Hands-on Lenovo Legion Go dan Bahas Sedikit Trend Handheld Gaming

Lukman Azis

Pengalaman bermain game di laptop gaming atau konsol pada layar TV yang besar memiliki kepuasan tersendiri. Ditambah ada banyak judul game PC dan konsol yang memiliki kualitas menakjubkan, baik segi grafis maupun cerita yang sayang jika dilewatkan.

Meski begitu harus diakui bahwa ada sejumlah tantangan yang membuat jangkauan game-game PC dan konsol tertahan. Namun ada yang menarik dalam beberapa tahun terakhir, yakni perangkat handheld gaming yang kembali unjuk gigi.

Kesuksesan Nintendo dengan Switch, inovasi Valve dengan Steam Deck, dan ancaman nyata game mobile yang terus tumbuh, menjadi beberapa faktor yang mendorong handheld gaming berevolusi. Berkat kemajuan teknologi, kali ini akan berbeda dan bahkan jauh lebih menarik dari sebelumnya.

Kini telah hadir, beberapa handheld gaming PC dengan spesifikasi yang terbilang sangat powerful dan memungkinkan para gamer bermain game AAA di mana saja. Sekaligus menjadi babak baru bagi game PC dan konsol untuk menjangkau lebih banyak orang.

Hands-on Handheld Gaming PC Lenovo Legion Go

Hands-on Handheld Gaming PC Lenovo Legion Go

Setelah ASUS dengan ROG Ally, Lenovo akhirnya secara resmi meluncurkan Legion Go di Indonesia. Keduanya merupakan handheld gaming PC dengan sistem operasi Windows 11 dan di atas kertas bagian dalamnya sangatlah bertenaga dengan prosesor AMD Ryzen Z1 Extreme dan grafis AMD RDNA.

Kali ini saya akan berfokus pada hands-on Legion Go, yang memiliki keunikannya tersendiri. Dibandingkan dengan Steam Deck OLED dan ROG Ally, Legion Go memiliki ukuran layar paling besar. Selain itu, pengontrolnya dapat dilepas seperti Nintendo Switch tetapi dengan mekanisme yang berbeda.

Namun beberapa inovasi tersebut perlu ditebus dengan harga yang lebih mahal, di Indonesia Legion Go dijual Rp13.499.000. Lenovo menyertakan RAM LPDDR5X berkapasitas 16GB pada 7.500MHz dan menyediakan penyimpanan internal dengan PCIe Gen4 SSD hingga 512 GB. Ditambah slot micro-SD untuk memperluas penyimpanan yang mendukung hingga 2TB.

 

Hands-on Handheld Gaming PC Lenovo Legion Go

Legion Go mengusung layar IPS berukuran 8,8 inci, dengan resolusi lebih tinggi 2.560×1.600 piksel dalam rasio aspek 16:10, dan refresh rate hingga 144Hz. Layar yang lebih besar pasti lebih puas, tetapi bobotnya sedikit lebih berat. Tabletnya saja 640 gram dan 854 gram dengan controller Legion TrueStrike.

Inovasi Legion TrueStrike yang dapat dilepas menggunakan teknologi hall effect, desainnya ergonomis dan dapat menopang Legion Go dalam sesi permainan yang lama. Bagian belakang tablet sudah kickstand yang kokoh untuk mendukung skenario penggunaan yang berbeda.

Pecinta game first-person shooter bakal dimanjakan berkat mode mouse FPS, yang akan mengubah controller Legion Go menjadi mouse yang lebih familier dan intuitif. Legion Go juga dilengkapi mode gaming baru, seperti ‘Battlestation‘ yang memungkinkan beralih menjadi desktop gaming ketika terhubung ke perangkat eksternal.

Untuk mengakses game dan pengaturan terkait gaming, semua dapat diakses lewat Legion Space. Software ini menggabungkan game dari platform industri terkemuka dan beragam perpustakaan. Pengguna juga bisa menikmati game konsol dari XBOX, dapat tiga bulan langganan XBOX Game Pass.

Kapasitas baterai Legion Go sebetulnya cukup besar, yakni 49,2Wh dan dilengkapi dengan fitur pengisian daya cepat Super Rapid Charge. Namun menurut beberapa review Legion Go dari media global yang sudah beredar, masa pakai baterainya masih tergolong sangat boros.

Share This Article
Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *