AMD baru saja menutup tahun buku 2025 dengan senyuman lebar dan rasa optimis. Perusahaan ini berhasil mencatatkan rekor pendapatan yang luar biasa fantastis sepanjang tahun. Mereka melaporkan total pendapatan tahunan mencapai angka 34,6 miliar dolar AS. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 34 persen dari tahun sebelumnya.
Pendorong utama kesuksesan ini jelas berasal dari segmen pusat data yang mereka miliki. Unit bisnis ini menyumbang pendapatan kuartal keempat sebesar 5,4 miliar dolar AS. Permintaan untuk prosesor server EPYC dan GPU Instinct terus meningkat dengan sangat pesat. Kinerja ini menandakan betapa pentingnya peran AI dalam strategi bisnis AMD saat ini.
Lini produk Instinct MI350 menjadi primadona baru bagi banyak perusahaan teknologi besar di dunia. Adopsi teknologi ini meluas di kalangan penyedia layanan cloud dan perusahaan enterprise. CEO AMD Lisa Su menyebutkan bahwa delapan dari sepuluh perusahaan AI teratas menggunakan Instinct. Ini membuktikan bahwa AMD siap bersaing ketat di pasar akselerator AI global.
Penjualan prosesor server juga tidak kalah mentereng dibandingkan produk unggulan lainnya. Prosesor EPYC generasi kelima yang bernama Turin mendapat sambutan yang sangat hangat dari pasar. Produk ini menyumbang lebih dari setengah total pendapatan server di kuartal terakhir. Banyak perusahaan besar kini beralih menggunakan EPYC untuk modernisasi infrastruktur data center mereka.
Segmen PC klien juga memberikan kabar gembira bagi para pemegang saham AMD tahun ini. Pendapatan unit ini naik 34 persen menjadi rekor 3,1 miliar dolar AS. Permintaan prosesor Ryzen desktop dan mobile sangat kuat sepanjang musim liburan kemarin. Hal ini didorong oleh peluncuran produk baru yang menarik minat banyak konsumen.
Namun cerita sedikit berbeda datang dari segmen gaming yang mulai terlihat melambat. Pendapatan gaming memang naik secara tahunan tetapi turun jika dilihat per kuartal. Manajemen memperkirakan penurunan dua digit yang signifikan pada tahun 2026 mendatang. Hal ini wajar mengingat siklus konsol game saat ini sudah memasuki tahun ketujuh.
AMD sangat optimis menatap tahun 2026 dengan berbagai rencana besar yang matang. Mereka bersiap meluncurkan seri MI400 dan platform Helios pada paruh kedua tahun ini. Pengembangan produk generasi berikutnya ini dikabarkan berjalan lancar sesuai dengan jadwal. Kemitraan strategis dengan OpenAI juga menjadi sorotan penting dalam rencana ekspansi mereka.
Ada catatan khusus mengenai penjualan produk mereka ke pasar China saat ini. AMD memperkirakan pendapatan sekitar 100 juta dolar AS dari penjualan MI308 di sana. Namun mereka tidak memberikan proyeksi lebih lanjut karena situasi regulasi yang dinamis. Perusahaan memilih untuk bersikap hati-hati dalam memprediksi angka penjualan di wilayah tersebut.
Untuk kuartal pertama 2026 manajemen menargetkan pendapatan sekitar 9,8 miliar dolar AS. Jean Hu selaku CFO menyebutkan bahwa margin kotor diperkirakan mencapai 55 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang sehat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Investasi besar dalam riset dan pengembangan akan terus dilakukan demi inovasi berkelanjutan.
Tahun 2025 benar-benar menjadi titik balik penting bagi pertumbuhan jangka panjang AMD. Kombinasi produk EPYC dan Instinct menempatkan mereka di posisi yang sangat strategis. Revolusi kecerdasan buatan jelas menjadi angin segar bagi masa depan perusahaan ini. AMD siap menangkap peluang besar di tengah gempuran permintaan komputasi tinggi.
Sumber: Investing

