Riot Vanguard: Anti-Cheat Kini Bisa On-Demand

Riot Games membawa kabar gembira bagi para pemain game Valorant dan League of Legends. Mereka resmi memperkenalkan mode terbaru bernama Vanguard On-Demand untuk sistem anti-cheat mereka. Langkah inovatif ini diumumkan langsung oleh kepala divisi anti-cheat Riot bernama Phillip Koskinas. Fitur anyar ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna sistem operasi komputer Windows 11.

Sebelum pembaruan On-Demand hadir, perangkat lunak Vanguard selalu berjalan otomatis sejak komputer dinyalakan. Sistem proteksi tersebut terus aktif di latar belakang dan memakan ruang baki sistem. Banyak pengguna mengeluhkan kebijakan proteksi yang dinilai terlalu mengganggu kenyamanan privasi mereka. Kini masalah gangguan latar belakang tersebut akhirnya mendapatkan solusi yang jauh lebih baik.

Melalui mode opsional ini, driver sistem Vanguard hanya akan memuat saat game dimulai. Perangkat lunak pelacak kecurangan tersebut akan otomatis berhenti setelah pemain keluar dari game. Riot Games menegaskan bahwa perubahan ini tidak mengurangi standar keamanan tingkat tinggi mereka. Sistem proteksi tingkat kernel tetap bekerja optimal untuk menghalau segala bentuk program ilegal.

Penerapan sistem anyar ini bisa berjalan berkat kolaborasi erat bersama pihak Microsoft. Kedua perusahaan memanfaatkan fitur laporan pengesahan driver waktu nyata yang sangat canggih. Fitur teknologi tersebut baru tersedia secara eksklusif pada pembaruan Windows 11 versi 25H2.

Teknologi canggih tersebut mampu merekam seluruh riwayat aktivitas pemuatan driver sejak komputer menyala. Vanguard dapat memeriksa catatan tersebut untuk memastikan tidak ada program berbahaya yang menyusup. Pemeriksaan menyeluruh dilakukan saat pemain baru saja meluncurkan aplikasi game buatan Riot. Proses verifikasi digital ini memastikan ekosistem permainan tetap adil bagi seluruh komunitas.

Namun tidak semua perangkat komputer bisa langsung menikmati kemudahan fitur modern ini begitu saja. Pengguna wajib lolos dari serangkaian pengujian sistem keamanan yang dinamakan Vanguard Pre-Check. Komputer pemain harus mengaktifkan sistem UEFI, fitur Secure Boot, dan juga modul TPM versi 2.0. Sistem keamanan berbasis virtualisasi dan perlindungan integritas kode juga menjadi syarat wajib lainnya.

Beberapa pengguna mungkin perlu memperbarui sistem BIOS pada papan induk komputer mereka terlebih dahulu. Langkah penyesuaian manual ini diperlukan agar seluruh standar keamanan modern dapat terpenuhi sempurna. Riot Games mencatat baru sekitar 34 persen pemain yang memenuhi syarat bawaan ini. Jumlah pengguna komputer yang memenuhi kriteria tersebut diprediksi akan terus meningkat setiap bulannya.

Di sisi lain, ada sekitar 3 persen pemain yang menggunakan perangkat keras yang sudah usang. Kelompok pengguna dengan komponen lama ini dipastikan tidak bisa mengaktifkan mode baru tersebut. Mereka harus melakukan pembaruan komponen fisik komputer jika ingin menikmati sistem proteksi dinamis ini. Pilihan lainnya adalah tetap menggunakan mode perlindungan lama yang selalu aktif saat menyalakan komputer.

Riot Games menjelaskan bahwa tantangan industri game saat ini semakin berat akibat kecerdasan buatan. Kehadiran alat bantu pengodean otomatis mempermudah pihak tidak bertanggung jawab membuat program curang baru. Metode pemblokiran aplikasi curang secara tradisional dinilai sudah tidak lagi efektif menghadapi fragmentasi masif. Oleh karena itu, fokus utama pertahanan kini beralih pada pengawasan titik lemah celah driver.

Perusahaan pembuat game tersebut ingin menutup rapat semua akses manipulasi memori secara langsung. Kebijakan keamanan ketat ini sengaja diterapkan demi menjaga ekosistem kompetitif yang sehat dan setara. Bagi pengguna komputer modern, pembaruan sistem ini tentu menjadi berkah untuk kenyamanan penggunaan harian. Ikon aplikasi pada baki sistem kini tidak lagi memonopoli piksel layar monitor komputer Anda.

sumber: Riot

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *