Quick Review Huawei Mate X6: Elegan, Kamera Apik, Bertenaga

Dimas Galih Windudjati

Huawei Mate X6 merupakan smartphone lipat pertama dari perusahaan asal Tiongkok ini yang mendarat di Indonesia. Hal ini juga cukup mengagetkan konsumen di Indonesia karena pada akhirnya Huawei cukup berani menjual perangkat flagship-nya di Indonesia. Tentu saja, perangkat ini hadir dengan cukup banyak keterbatasan.

Keterbatasan Huawei Mate X6 yang paling terlihat adalah absennya konektivitas 5G, yang di Indonesia sendiri masih belum merata. Selain itu, Huawei juga tidak memiliki Google Mobile System yang sepertinya hampir tidak memiliki masalah jika Anda menggunakannya. Yang terakhir adalah prosesor yang memiliki kinerja 1/2 dari chipset mobile terkencang saat ini.

Hadir dengan model foldable, material premium pada bodinya terasa mewah di tangan tanpa mengurangi kesan tangguh. Rasa ringannya yang mengejutkan menambah kesan bahwa Huawei mengutamakan keseimbangan antara estetika dan fungsi. Pengalaman unfold ke layar besar terasa mulus dan memuaskan untuk kegiatan seperti menonton video, bekerja, dan multitasking. Dan saat dilipat, ia tetap compact, tetap bergaya, dan terasa seperti produk yang matang.

Unit yang saya dapatkan untuk review Huawei Mate X6 kali ini memiliki spesifikasi sebagai berikut.

Spesifikasi Huawei Mate X6
SoC Huawei Kirin 9020
CPU 1×2.5 GHz Taishan Big + 3×2.15 GHz Taishan Mid + 4×1.53GHz Cortex-A510
GPU Maleoon 920
RAM 12 GB LPDDR4X
Internal 512 GB UFS 4.0
Layar 6,45 inci 2440 × 1080 120 Hz LTPO OLED  Kunlun Glass 2 dan 7,93 inci 2440 × 2240 120 Hz LTPO OLED
Dimensi 156.6 x 73.8 x 9.9 mm (mode phone) dan 156.6 x 144.1 x 4.6 mm (mode tablet)
Bobot 239 gram
Baterai 5110 mAh 66 watt charger, 50 watt wireless
Kamera 50 / 12.5 MP utama, 48 / 12 MP Tele, 40 / 10 MP Ultrawide, 8 MP Selfie, 8 MP inner selfie
OS Android 12 EMUI 15

Unboxing

Berikut ini adalah isi dari paket penjualan Huawei Mate X6. Ada kemungkinan karena unit yang saya dapatkan adalah perangkat demo, isinya tidak selengkap versi retailnya.

Desain

Huawei Mate X6 yang saya dapatkan tampil dalam warna Nebula Black, menggunakan bahan vegan leather. Rangka pada perangkat ini sudah terbuat dari bahan aluminium. Engsel yang ada sendiri diklaim terbuat dari baja, sehingga akan memiliki ketahanan yang tinggi.

Kamera belakang tersusun dalam modul modular bergaya klasik, menghadirkan tiga lensa, yaitu main, ultra wide, dan telefoto dengan tata letak yang rapi dan tidak mencolok. Pulau kameranya sendiri berbentuk bundar dengan nama desain Space-Age Orbit.

Layar utama berukuran 7,93″ OLED LTPO yang mendukung refresh rate adaptif 1–120 Hz dan dilengkapi dimming PWM 1440 Hz. layar depannya memiliki ukuran 6,45″ juga menggunakan LTPO OLED dengan spesifikasi serupa ditambah Kunlun Glass generasi kedua. Terdapat pula sertifikasi IPX8 yang tahan terhadap air, namun tidak untuk debu.

Pada saat tertutup, semua tombol ada pada sisi sebelah kanan, di mana tombol volume ada di sisi kanan atas dan tombol power yang sekaligus merupakan pemindai sidik jari ada pada sisi kanan bawah. Pada bagian bawahnya, pada sisi atasnya terdapat microphone. dan pada bagian bawahnya terdapat slot SIM, port USB-C, dan speaker. Pada bagian atasnya bisa ditemukan speaker, sensor infra merah, serta microphone.

Sistem operasi yang digunakan adalah Android 12 dengan antarmuka EMUI 15. Sayangnya, EMUI 15 belum mengusung fitur-fitur AI yang ada pada perangkat Android saat ini, sehingga cukup membuatnya ketinggalan walaupun Anda bisa melakukan instalasi aplikasi seperti DeepSeek. Selain itu, tambahan virtual RAM juga belum diimplementasikan pada perangkat ini, walaupun 12 GB juga sudah lebih dari cukup.

Kamera: Bagus ala Huawei

Mate X6 mengusung kamera utama Ultra Aperture 50 MP dengan aperture fisik f/1.4–f/4.0 serta OIS dan sensor RYYB. Selain itu, ada lensa 40 MP ultra-wide RYYB dan 48 MP telefoto makro dengan zoom optik 4× dan OIS. Ada pula 2 kamera depan untuk layar utama dan layar depannya dengan resolusi yang sama, yaitu 8 MP.

Hasil foto pada perangkat ini secara umum memang sangat baik. Di kondisi rendah cahaya, hasilnya bisa dibilang sangat impresif, menangkap detail lebih banyak dan warna tetap tajam. Sensor RYYB memang terbukti meningkatkan penyerapan cahaya dan akurasi warna.

Review Huawei Mate X6: Kinerja

Anda mungkin asing dalam mendengar SoC Kirin 9020. SoC yang satu ini memang murni racikan dari Huawei yang tidak akan ditemukan pada merek mana pun. Sayangnya, tidak ada dokumentasi yang jelas mengenai SoC ini. Namun Taishan V121 yang digunakan memang memiliki kinerja yang kurang lebih sama dengan Cortex A720.

Sayangnya, pengujian perangkat ini cukup terkendala dengan waktu. Game yang sempat saya mainkan hanya Honor of Kings yang mampu berjalan di sekitar 116 fps secara stabil. Saya tidak sempat menggunakan Genshin Impact yang konon bisa berjalan hingga 50 fps.

Untuk hasil benchmark-nya, bisa dilihat pada tabel berikut ini:

Baterai yang ada pada perangkat ini bisa bertahan dalam waktu 12 jam 32 menit pada pengujian PCMark saat tertutup. Saat terbuka, perangkat ini akan terpotong menjadi 9 jam 45 menit sehingga akan cukup merepotkan saat dipakai seharian. Pengisian baterainya dengan menggunakan charger bawaan 66 watt. Dari 1% ke 100% memakan waktu sekitar 52 menit!

Kesimpulan

Pasar foldable di Indonesia bertambah ramai dengan kehadiran Huawei Mate X6. Perangkat ini menghadirkan impresi pertama yang kuat, yaitu foldable yang tipis, stylish, dan penuh teknologi mutakhir. Desainnya mencakup material premium, ketahanan lewat Kunlun Glass, dan pilihan warna elegan.

Walaupun perangkat foldable ini bukanlah yang terkencang di pasaran, namun kinerjanya juga tidak lamban. Anda bahkan bisa bermain dengan lancar sebagai tanda bahwa menggunakan perangkat ini untuk semua aplikasi bisa berjalan tanpa masalah. Daya tahan baterainya memang terasa kurang jika Anda kebanyakan memakai layar dalamnya. Tidak adanya GMS juga mungkin akan membuat orang takut memakainya, walaupun jika sudah terbiasa, hal tersebut bukan lah masalah.

Kamera kembali menjadi sebuah poin penjualan dari perangkat yang satu ini. Hasil foto dari setiap kamera bisa menghasilkan gambar yang sangat baik sehingga tidak lagi perlu membawa kamera saku ke mana saja. Walaupun belum merata di Indonesia, namun sayang memang perangkat ini tidak mendukung konektivitas 5G.

Huawei Mate X6 secara resmi dijual dengan harga Rp24.979.000 di Indonesia dan hanya tersedia dengan 1 konfigurasi dengan 2 varian warna. Dengan harga premium tersebut, membuat perangkat ini lebih cocok untuk mereka yang ingin bergaya namun bisa mengambil momen sehari-hari dengan sangat baik.

Pros

  • Desainnya menawan ditambah Kunlun Glass 2 dan IPX8
  • Layar dengan warna yang bagus
  • Pengisian daya yang cukup cepat untuk sebuah foldable
  • Hasil kamera yang sangat baik
  • Kinerja yang cukup baik
  • Tipis

Cons

  • Belum mendukung 5G, AI, serta Google Mobile System
  • Daya tahan baterai yang kurang panjang
  • Terkesan terlalu mahal jika melihat fitur yang tidak tersedia
Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *