Produsen semi konduktor terkemuka AMD dikabarkan berencana menaikkan harga produk komponen chip mereka pada akhir tahun mendatang. Langkah penyesuaian tarif tersebut kabarnya akan mulai berlaku resmi pada kuartal keempat tahun 2026 secara global. Informasi mengenai rencana kenaikan harga ini pertama kali muncul dari laporan ChannelGate yang dibagikan pengguna X. Pihak perusahaan disebut telah memberitahukan rencana penyesuaian biaya ini secara langsung kepada mitra bisnis mereka.
Besaran kenaikan harga yang bakal diterapkan AMD diprediksi berada pada kisaran sepuluh persen dari harga awal. Lonjakan biaya manufaktur di pabrik TSMC menjadi alasan utama di balik keputusan berat yang diambil tersebut. TSMC sendiri memang memegang peranan sangat vital karena memproduksi sebagian besar komponen canggih milik AMD. Kenaikan tarif manufaktur dari pihak pabrikan otomatis berimbas langsung pada struktur harga jual produk akhir.
Beberapa kategori produk tertentu dilaporkan bakal mengalami dampak langsung dari perubahan skema tarif baru ini. Laporan tersebut secara khusus menyoroti lini akselerator AI serta kartu grafis konsumer sebagai target penyesuaian. Komponen chipset papan induk atau motherboard juga turut masuk dalam daftar lini produk yang terpengaruh. Meski begitu lini prosesor konsumen seperti Ryzen belum disebutkan secara spesifik akan mengalami kenaikan serupa.
Meskipun belum dipastikan lini prosesor Ryzen tetap bergantung pada fasilitas pabrik produksi yang dikelola TSMC. Ketergantungan manufaktur tersebut membuat posisi lini prosesor konsumer tetap rentan terhadap potensi pembengkakan biaya. Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi mengenai kenaikan harga untuk keluarga prosesor tersebut. Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa tekanan harga pada industri pembuat chip memang semakin kuat.
TSMC dikabarkan meningkatkan tarif jasa produksi chip akibat lonjakan biaya bahan baku dan peralatan pabrik. Pembangunan fasilitas pabrik luar negeri yang sangat mahal ikut mendorong keputusan kenaikan harga tersebut. Laporan Reuters pada bulan Juli sempat menyebutkan penyesuaian harga produksi chip hingga sepuluh persen. Penyesuaian tarif manufaktur TSMC tersebut diperkirakan bakal terus bertahap dan berlanjut sampai tahun 2027.
Tingginya permintaan perangkat keras kecerdasan buatan juga membuat kapasitas produksi pabrik TSMC sangat terbatas. Pihak TSMC sendiri sudah memberi sinyal bahwa keterbatasan pasokan komponen mungkin bertahan beberapa tahun. Masalah pasokan yang menegang ini berpotensi memicu fenomena inflasi harga chip di industri teknologi. Produsen komponen memori seperti SK Hynix bahkan sempat mengingatkan pentingnya perluasan kapasitas pasokan pasar.
Fenomena kenaikan harga komponen semikonduktor sebenarnya tidak hanya dialami oleh pihak produsen AMD saja. Pesaing utama mereka yaitu Intel sudah mengonfirmasi kenaikan harga prosesor konsumen dan server pada Juli. Intel mengutip masalah kenaikan biaya rantai pasok serta tingginya permintaan pasar sebagai alasan utama. Laporan industri mengindikasikan bahwa gelombang kenaikan harga susulan dari Intel bisa terjadi bulan Oktober.
Dampak kenaikan harga sebesar sepuluh persen dari AMD belum tentu dirasakan utuh oleh konsumen. Mitra produsen dan pihak pengecer biasanya akan meredam sebagian kenaikan biaya sesuai strategi pemasaran. Pengaruh harga di tingkat eceran akan sangat bergantung pada dinamika rantai pasok di pasar. Sebelum AMD memberikan pengumuman resmi tingkat kepastian besaran lonjakan harga di toko masih fluktuatif.
Tren kenaikan harga produk keras sebenarnya sudah mulai terlihat pada pergerakan harga komponen di pasaran. Sebagai contoh prosesor AMD Ryzen 7 9800X3D kini dijual pada kisaran harga 449 dolar AS. Harga prosesor tersebut terus naik dari posisi 439,99 dolar AS pada pekan sebelumnya di toko. Bahkan sebulan lalu produk prosesor yang sama masih bisa didapatkan seharga 414,99 dolar AS saja.
Pergerakan tarif di pasar komputer secara umum diproyeksikan bakal menghadapi tantangan besar sepanjang tahun. Pengiriman unit PC bahkan diperkirakan mengalami penurunan signifikan lebih dari sebelas persen tahun ini. Konsumen disarankan untuk cermat memantau perkembangan harga sebelum memutuskan membeli komponen keras baru.

