Tencent Cloud berhasil membantu XLSMART menyelesaikan proyek migrasi cloud berskala besar di Indonesia. Pengumuman resmi mengenai keberhasilan kolaborasi ini disampaikan di Jakarta pada akhir Juni tahun ini. Proses transformasi digital ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi kerja tim. Kerja sama strategis ini memakan waktu pengerjaan selama empat setengah bulan.
XLSMART sendiri merupakan raksasa telekomunikasi baru hasil merger pada April tahun lalu. Perusahaan ini lahir dari penggabungan strategis antara XL Axiata dan Smartfren. Kini mereka melayani lebih dari enam puluh sembilan juta pelanggan di tanah air. Kepemilikan sahamnya dipegang bersama oleh Sinarmas Group dan Axiata Group.
Pasca penggabungan usaha tersebut mereka menghadapi kendala teknis yang sangat rumit. Berbagai aplikasi inti milik perusahaan tersebar di platform komputasi awan yang terfragmentasi. Kondisi ini membuat pengelolaan operasional harian menjadi tidak terintegrasi dengan baik. Oleh karena itu manajemen memutuskan melakukan transformasi total pada Desember tahun lalu.
Tantangan yang muncul ternyata tidak hanya datang dari sektor pembaruan teknologi saja. Banyak aplikasi krusial milik mereka harus dirancang dan dibangun ulang dari awal. Proses besar ini bahkan melibatkan kerja sama dengan lebih dari sepuluh vendor eksternal. Koordinasi lintas bahasa dan pihak ketiga pun menjadi sangat rumit untuk dikelola.
Pihak manajemen enggan memilih metode pemindahan sistem konvensional yang sederhana. Mereka menerapkan strategi menyeluruh dengan melakukan audit arsitektur sistem secara mendalam. Langkah ini bertujuan menentukan komponen yang perlu dipertahankan atau dioptimalkan kembali. Pendekatan komprehensif tersebut diambil demi mendongkrak efisiensi operasional jangka panjang perusahaan.
Menghadapi tenggat waktu yang ketat Tencent Cloud mengintegrasikan teknologi AI di setiap tahapan. Kecerdasan buatan diaplikasikan mulai dari perencanaan hingga pemantauan akhir sistem baru. Berbagai solusi canggih seperti TokenHub dan CodeBuddy dikerahkan dalam proyek besar ini. Agen cerdas WorkBuddy juga ikut membantu mengotomatisasi pekerjaan tim teknis di lapangan.
Pekerjaan manual yang biasanya memakan waktu berbulan-bulan kini selesai dalam hitungan hari. Tencent Cloud mengembangkan lebih dari dua puluh kemampuan otomatisasi selama proses berjalan. Seluruh keahlian digital ini kemudian disatukan ke dalam satu platform migrasi terpadu. Platform inovatif tersebut nantinya dapat digunakan kembali untuk proyek transformasi masa depan.
Ada dua kemampuan utama yang dihadapi untuk mempercepat analisis arsitektur awal sistem. Kemampuan pertama bekerja memindai lingkungan lintas akun untuk memetakan spesifikasi lama secara otomatis. Selanjutnya kemampuan kedua menganalisis aset guna menghasilkan dokumen desain tingkat rendah secara instan. Hasil analisis visual ini langsung mempermudah pekerjaan para insinyur komputasi di lapangan.
Para insinyur kini tidak perlu lagi melakukan pendataan administratif secara manual menggunakan Excel. Mereka bisa lebih fokus pada peninjauan dan penyempurnaan desain arsitektur yang bernilai tinggi. Proses konversi data dan pembuatan panduan pengalihan sistem juga berjalan otomatis. Seluruh siklus migrasi kini terintegrasi penuh dalam alur kerja berbasis kecerdasan buatan.
Tencent Cloud menghadirkan lebih dari dua puluh produk inti untuk memperkuat ekosistem baru. Layanan yang disediakan mencakup basis data pengaman mutakhir hingga penasihat pintar untuk operasional. Mereka juga merampungkan ratusan pengembangan fitur demi menyesuaikan kebutuhan kebiasaan pasar lokal. Salah satu solusi andalan mereka adalah Database Claw yang meningkatkan efisiensi basis data.
Kolaborasi Tencent XLSMART ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi industri telekomunikasi modern. Sebanyak 1200 layanan mikro berhasil dipindahkan tanpa mengalami gangguan operasional. Mereka juga sukses memigrasikan seribu seratus API serta sembilan ratus antarmuka bisnis dengan aman. Aset data inti sebesar lima belas terabita kini sudah sepenuhnya berada di cloud baru.
Proses pemindahan ini berjalan stabil karena adanya prosedur pengujian ketat yang berlapis. Tim teknis melakukan pemindaian keamanan menyeluruh serta penguatan infrastruktur komputasi awan. Langkah proteksi khusus ini sengaja dirancang untuk melindungi seluruh aplikasi penting milik XLSMART. Keamanan data pengguna tetap menjadi prioritas paling utama selama masa transisi kritis tersebut.
Poshu Yeung menyatakan rasa bangganya bisa terlibat dalam proyek percontohan industri telekomunikasi ini. Pihak Tencent Cloud berkomitmen untuk terus menyediakan dukungan teknis yang kuat di masa depan. Seluruh pengalaman dari proyek ini akan terus disempurnaan untuk memperluas pasar global mereka. Saat ini layanan mereka sudah menjangkau lebih dari delapan puluh negara di dunia.
Sementara itu Yessie D Yosetya menegaskan proyek ini merupakan fondasi digital yang kokoh. Transformasi ini memungkinkan perusahaan berinovasi lebih cepat demi meningkatkan kepuasan seluruh pelanggan setia. Kerja sama Tencent XLSMART menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi erat bisa mempercepat migrasi skala besar. Layanan komunikasi ke masyarakat pun dipastikan tetap andal tanpa ada penurunan kualitas sama sekali.

