IdeaFest 2026 Soroti Peran Manusia di Tengah Laju AI

Ajang tahunan IdeaFest kembali menyapa masyarakat kreatif Indonesia di JICC Senayan Jakarta Selatan pada awal September. Gelaran ke-15 ini mengusung tema besar bertajuk Re:Humanize guna menempatkan kembali posisi manusia di era teknologi. Acara tersebut menghadirkan lebih dari 500 pembicara hebat dalam 160 sesi diskusi yang sangat menarik. Para pengunjung diajak menjelajahi potensi kreasi manusia yang hidup berdampingan secara selaras dengan kecerdasan buatan.

Perkembangan teknologi canggih saat ini memang sudah menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat sehari-hari secara langsung. Lembaga PwC mencatat bahwa mayoritas pekerja di Indonesia sudah memanfaatkan bantuan teknologi untuk menyelesaikan tugas. Di sisi lain sektor ekonomi kreatif nasional berhasil menyumbang angka pendapatan hingga lebih dari Rp1.500 triliun. Industri kreatif tersebut juga mampu menyerap puluhan juta tenaga kerja produktif dari berbagai wilayah di Indonesia.

Co-Chair IdeaFest Ben Soebiakto menjelaskan alasan utama di balik pemilihan tema utama festival pada tahun ini. Beliau ingin masyarakat melihat kembali nilai penting keunikan manusia yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Kemampuan berpikir kreatif serta empati mendalam tetap menjadi kunci utama dalam menghasilkan sebuah karya bermakna. Riset dari Populix juga menunjukkan kebutuhan audiens akan pembahasan mendalam mengenai integrasi teknologi dengan manusia.

Deretan pembicara kondang dari dalam maupun luar negeri turut meramaikan berbagai sesi diskusi interaktif di IdeaTalks. Tokoh ternama seperti Najwa Shihab, Tom Lembong, hingga Dian Sastrowardoyo hadir membagikan pandangan inspiratif mereka. Selain itu ada juga nama besar seperti Sherina Munaf serta Pandji Pragiwaksono yang siap memperkaya wawasan. Diskusi hangat ini tidak hanya membahas teknis teknologi tetapi juga dampaknya terhadap kebudayaan serta bisnis.

Pihak Indosat Ooredoo Hutchison turut mendukung ajang ini dengan membawa filosofi menarik mengenai perkembangan teknologi digital. Perusahaan telekomunikasi ini menegaskan bahwa kemajuan perangkat canggih harus selalu berpusat pada pemberdayaan potensi manusia. Perwakilan Indosat Ovidia Nomia menyampaikan bahwa manusia memegang kendali penuh atas arah serta tujuan inovasi. Sementara itu pelaku industri kreatif Galih Sulistyaningra memandang teknologi sebagai alat pemacu proses eksplorasi ide.

Kemeriahan IdeaFest tahun ini juga disokong oleh hadirnya berbagai area kolaborasi kreatif yang sangat interaktif. Penyelenggara berkolaborasi dengan JKTGo untuk menghadirkan pasar kreatif tempat berkumpulnya brand lokal serta pelaku UMKM. Festival Director Olivia Febrina berharap pengunjung bisa merasakan pengalaman langsung dan menemukan inspirasi baru secara tak terduga. Acara ini juga menggandeng Collect Con untuk mempertemukan para kreator dengan komunitas kolektor lokal yang solid.

Kolaborasi bersama ESCAPE turut menghadirkan ruang instalasi seni imersif yang mengajak keterlibatan aktif dari para pengunjung. Perwakilan ESCAPE Verren Ornela menyebutkan bahwa pengalaman berkesan lahir saat seseorang merasakan langsung sebuah ide. Acara akbar ini mendapat dukungan penuh dari BNI, Pertamina, Google Gemini, hingga Indofood sebagai sponsor resmi. Gelaran IdeaFest sukses membuktikan bahwa peran manusia tetap menjadi penentu utama arah masa depan teknologi.

Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong pemanfaatan inovasi digital pada berbagai subsektor industri kreatif. Indonesia sendiri memiliki potensi pasar sangat besar dengan 185 juta pengguna internet aktif. Sinergi antara kecerdasan buatan dan intuisi manusia diharapkan mampu melahirkan karya yang memiliki identitas bermakna. Melalui ruang diskusi terbuka ini diharapkan tercipta kolaborasi nyata demi kemajuan industri kreatif nasional mendatang.

Kehadiran ruang interaksi langsung ini membuka wawasan baru bagi seluruh pelaku industri kreatif di Tanah Air. Pengunjung tidak hanya sekadar menonton sesi diskusi tetapi juga berkesempatan membangun jaringan relasi yang luas. Semangat Re:Humanize mengingatkan kembali bahwa inovasi hebat selalu berakar dari gagasan serta rasa empati manusia. Rangkaian acara tiga hari di Senayan ini meninggalkan jejak inspiratif bagi perjalanan ekonomi kreatif Indonesia.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *