Dragon Core Luncurkan Loongson chip 3B6600 dan GPU 9A1000

Dunia teknologi semikonduktor kembali dihebohkan oleh langkah besar dari Dragon Core. Perusahaan asal China ini baru saja memberikan bocoran menarik seputar produk masa depan mereka. Informasi ini muncul dalam pertemuan pemegang saham terbaru yang digelar pekan lalu. Walaupun produk-produk Loongson sangat kecil kemungkinannya untuk hadir di Indonesia, namun berita kemandirian teknologi China memang menarik untuk dibahas.

Hu Weiwu, pimpinan tertinggi Dragon Core, menjadi sumber utama kabar gembira ini. Ia mengonfirmasi bahwa prosesor desktop 3B6600 telah selesai dirancang. Chip tersebut bahkan sudah diserahkan untuk proses produksi pada minggu-minggu ini. Proses ini menggunakan teknologi manufaktur yang sepenuhnya dikembangkan secara mandiri.

Tidak hanya itu, chip grafis pertama mereka bernama 9A1000 juga sedang dalam tahap akhir. Produk ini dijadwalkan kembali dari pabrik pada Agustus mendatang. Sementara itu, prosesor 3B6600 diprediksi akan selesai lebih lambat sedikit. Hasil akhir dari chip desktop ini diharapkan rampung pada Oktober tahun ini juga.

Loongson CPU 3B6600

Konsumen mungkin harus bersabar sedikit lagi untuk memegang produk fisik tersebut. Hu Weiwu menyebutkan bahwa sampel teknik mungkin tersedia akhir tahun ini. Namun, produk komersial resminya baru bisa dibeli masyarakat umum tahun depan. Penantian ini dianggap wajar mengingat kompleksitas teknologi yang disematkan.

Chip grafis 9A1000 disebut-sebut sebagai kartu grafis entry-level yang mumpuni. Fungsinya dirancang khusus untuk mendukung percepatan kecerdasan buatan atau AI. Kemampuan grafisnya diklaim setara dengan produk Radeon RX 550 dari AMD. Ini adalah pencapaian signifikan bagi industri chip lokal yang selama ini tertinggal.

Spesifikasi teknis 9A1000 menunjukkan peningkatan drastis dibanding generasi sebelumnya. Arsitektur intinya telah diperbarui total untuk efisiensi yang lebih baik. Konsumsi daya saat beban ringan pun turun hingga tujuh puluh persen. Luas area die juga berhasil ditekan dua puluh persen lebih kecil dari sebelumnya.

Kekuatan komputasi AI pada chip grafis ini mencapai 40 TOPS. Angka ini cukup impresif untuk kategori kartu grafis pemula. Dragon Core bahkan berencana membuat driver khusus untuk sistem operasi Windows. Langkah ini bertujuan agar chip mereka bisa dipasang di berbagai jenis komputer.

Sementara itu, prosesor 3B6600 membawa janji performa single-core yang menakjubkan. Hasil tes awal menunjukkan kenaikan kinerja hingga 30%. Peningkatan ini dicapai meski menggunakan proses manufaktur yang sudah matang. Struktur delapan inti pada chip ini dirancang untuk tugas berat sehari-hari.

Skor benchmark SPEC INT2006 untuk satu inti diperkirakan berada di angka enam puluh. Beberapa analis bahkan menyebut kinerjanya bisa menyaingi prosesor Intel generasi kedua belas. Target pasar chip ini tampaknya bukan hanya segmen kantor biasa. Ambisi Dragon Core terlihat jelas ingin bersaing di liga global.

Perusahaan asal China ini juga tidak berhenti berinovasi pada seri GPU selanjutnya. Desain untuk chip grafis 9A2000 dengan performa lebih tinggi sedang dikerjakan. Mereka bahkan merencanakan seri 9A3000 yang menggunakan node teknologi sangat canggih. Pengembangan ini membutuhkan waktu karena banyak komponen kustom yang harus dibuat.

Komponen pendukung seperti antarmuka memori dan PCIe butuh perancangan khusus. Semua elemen ini dibuat tanpa bergantung pada lisensi teknologi asing. Dragon Core juga mulai melirik pasar chip memori berkecepatan tinggi. Mereka tengah menggandeng mitra lain untuk riset logika pada chip HBM.

Ekosistem perangkat lunak juga menjadi perhatian serius manajemen Dragon Core. Banyak klien mulai meminta dukungan sistem operasi Android untuk arsitektur LoongArch. Pihak perusahaan mengaku sedang mempertimbangkan permintaan pasar tersebut dengan serius. Namun, mereka juga menghadapi dilema prioritas pengembangan sistem operasi terbuka lainnya.

Pertanyaan mengenai fokus antara Android atau HarmonyOS masih menjadi perdebatan internal. Sumber daya yang terbatas memaksa mereka memilih strategi yang paling tepat. Keputusan ini akan menentukan arah ekosistem perangkat mobile mereka ke depan. Pengguna setia Dragon Core tentu menunggu kabar final mengenai hal ini.

Selain produk konsumen, chip Dragon Core sudah merambah sektor strategis. Teknologi mereka ternyata sudah diterapkan dalam industri penerbangan komersial. Hal ini membuktikan keandalan dan keamanan produk buatan dalam negeri tersebut. Kepercayaan dari sektor vital ini menjadi modal besar bagi perkembangan perusahaan.

Sumber: ITHome

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *