Startup asal Hangzhou, DeepSeek, baru saja meluncurkan preview model LLM V4 yang paling kuat sejauh ini. Model ini memiliki 1,6 triliun parameter dan jendela konteks hingga 1 juta token. Peluncuran ini menandai langkah penting karena V4 menjadi rilis frontier pertama yang dioptimalkan khusus untuk prosesor AI Ascend milik Huawei, bukan hardware Nvidia seperti biasanya.
Kabar ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang semakin memanas. Pada hari yang sama, Reuters melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengirim kabel diplomatik ke seluruh kedutaan besar. Isinya meminta staf untuk memberi peringatan kepada pemerintah asing soal dugaan pencurian kekayaan intelektual oleh DeepSeek dan perusahaan AI China lainnya.
V4 hadir dalam dua varian utama, yang pertama bernama V4-Pro dengan harga 3,48 dolar per juta token output. Sementara itu, V4-Flash yang lebih ringan dengan 284 miliar parameter dijual hanya 0,28 dolar per juta token output. Bandingkan dengan OpenAI yang mematok 30 dolar untuk GPT-5.4 dan Anthropic yang meminta 25 dolar untuk Claude Opus 4.6. Harga DeepSeek jauh lebih terjangkau meski perusahaan mengakui model mereka masih tertinggal sekitar tiga hingga enam bulan dari model tertutup tersebut.
Meski demikian, V4 diklaim mengungguli semua kompetitor open-source dalam benchmark coding agentik dan penalaran. Performa ini membuatnya menonjol di kalangan pengembang yang mencari solusi efisien tanpa biaya mahal. DeepSeek sendiri sudah merilis bobot model di bawah lisensi MIT, sehingga komunitas bisa mengakses dan mengevaluasinya secara bebas.
Sebelumnya, model V3 DeepSeek dilatih menggunakan 2.048 unit GPU Nvidia H800. Kini perusahaan beralih mendukung infrastruktur lokal Huawei. Langkah ini terlihat sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika di tengah pembatasan ekspor semikonduktor. Optimasi pada Ascend menunjukkan kemajuan China dalam membangun ekosistem AI mandiri.
🚀 DeepSeek-V4 Preview is officially live & open-sourced! Welcome to the era of cost-effective 1M context length.
🔹 DeepSeek-V4-Pro: 1.6T total / 49B active params. Performance rivaling the world’s top closed-source models.
🔹 DeepSeek-V4-Flash: 284B total / 13B active params.… pic.twitter.com/n1AgwMIymu— DeepSeek (@deepseek_ai) April 24, 2026
Di sisi lain, tuduhan dari pemerintah AS semakin tajam, menyoroti kekhawatiran soal ekstraksi dan distilasi model AI Amerika oleh pihak lawan. DeepSeek disebut bersama Moonshot AI dan MiniMax. Beberapa hari sebelumnya, memo dari Kantor Kebijakan Sains dan Teknologi Gedung Putih bahkan menyebut adanya kampanye skala industri untuk mendistilasi sistem AI frontier buatan AS.
Kementerian Luar Negeri China langsung membantah tuduhan itu sebagai tidak berdasar. DeepSeek pun pernah menegaskan bahwa data untuk V3 berasal dari pengumpulan alami melalui perayapan web, bukan data sintetis buatan OpenAI secara sengaja. Perusahaan ini mengklaim tidak terlibat dalam praktik curang yang dituduhkan.
Peluncuran V4 dan isu diplomatik ini terjadi hanya beberapa pekan sebelum kunjungan Presiden Trump ke Beijing. Pertemuan dengan Presiden Xi Jinping diperkirakan akan membahas kontrol ekspor semikonduktor serta sengketa kekayaan intelektual. Topik ini semakin relevan karena ketegangan perdagangan antara dua negara adidaya terus berlanjut.
Banyak pengamat melihat perkembangan ini sebagai babak baru dalam perlombaan AI global. DeepSeek berhasil menawarkan model berparameter sangat besar dengan harga yang jauh lebih murah. Hal itu bisa mendorong adopsi luas di kalangan bisnis dan peneliti yang sensitif biaya. V4-Flash, misalnya, cocok untuk tugas ringan sementara V4-Pro menangani pekerjaan kompleks.
Meski begitu, perdebatan soal asal-usul data dan teknologi tetap mengemuka. Beberapa pihak mempertanyakan apakah semua inovasi AI benar-benar orisinal atau ada elemen distilasi yang tidak diakui. DeepSeek terus menekankan pendekatan transparan dengan merilis laporan teknis lengkap bersama modelnya.
Situasi ini mencerminkan betapa rumitnya peta AI saat ini. Di satu sisi ada dorongan inovasi cepat dari perusahaan China, namun di sisi lain muncul kekhawatiran keamanan dan persaingan tidak sehat dari Barat. Hasilnya, komunitas teknologi global kini menyaksikan persaingan yang semakin ketat antar raksasa AI.
DeepSeek V4 membuktikan bahwa kemajuan signifikan bisa lahir dari infrastruktur non-Nvidia. Penggunaan chip Ascend Huawei membuka peluang baru bagi pengembang di wilayah yang terdampak pembatasan. Model dengan 1,6 triliun parameter ini juga menunjukkan ambisi besar startup China untuk bersaing di level tertinggi.
Secara keseluruhan, peluncuran ini tidak hanya soal teknologi baru. Ia juga menjadi cermin dinamika geopolitik yang memengaruhi masa depan kecerdasan buatan. Dunia kini menanti bagaimana dialog antara AS dan China akan membentuk aturan main di industri ini ke depan.
Sumber: Tomshardware
