Perusahaan teknologi raksasa Qualcomm baru saja memperbarui slide pengujian untuk prosesor terbaru mereka yaitu Snapdragon C. Langkah ini diambil hanya berselang hampir satu minggu setelah pengumuman awal performa chipset laptop terjangkau tersebut. Chipset Snapdragon C sendiri dirancang khusus untuk memperkuat perangkat laptop murah dengan harga mulai 300 dolar AS. Qualcomm meminta berbagai media massa untuk mengganti dokumen lama dengan slide presentasi yang sudah diperbarui secara resmi.
Dalam dokumen pengujian terbaru tersebut Qualcomm memutuskan untuk menghapus dua hasil pengujian efisiensi daya secara signifikan. Dua pengujian yang dihilangkan tersebut meliputi pengujian aplikasi saat diam serta aktivitas penelusuran web harian pengguna. Kedua jenis pengujian yang dihapus itu sama-sama menggunakan label ABL pada bagian awal dari nama pengujiannya. Hingga saat ini belum ada kepastian pasti mengenai arti kata dari singkatan ABL yang tercantum pada dokumen.
Ada dugaan bahwa singkatan ABL tersebut kemungkinan merujuk pada istilah ketahanan baterai sepanjang hari bagi pengguna. Pihak Qualcomm juga telah dimintai konfirmasi tambahan untuk menjelaskan makna sebenarnya dari penggunaan istilah ABL tersebut. Keputusan menarik kembali data yang sudah dipublikasikan selama seminggu tentu memicu banyak pertanyaan dari berbagai pihak. Langkah tersebut dinilai cukup menarik perhatian karena klaim efisiensi daya awal kini telah mengalami perubahan nyata.
Perwakilan Qualcomm menyatakan bahwa revisi slide ini bertujuan untuk meningkatkan kejelasan serta relevansi informasi bagi publik. Perusahaan ingin fokus menyajikan data yang lebih mencerminkan pengalaman penggunaan nyata dari para pengguna laptop harian. Meskipun begitu penarikan publikasi hasil benchmark yang dilakukan secara mendadak ini tetap menyisakan banyak tanda tanya besar. Para pengamat menilai bahwa perubahan data klaim performa ini memiliki dampak yang cukup besar bagi kredibilitas pengujian.
Pengujian efisiensi yang dilakukan Qualcomm sebenarnya membandingkan Snapdragon C dengan prosesor pesaing yaitu Intel N250. Prosesor Intel N250 sendiri merupakan chip empat inti buatan Intel yang beroperasi pada kecepatan hingga 3,8 GHz. Chip Intel N250 ini diproduksi dengan menggunakan teknologi fabrikasi Intel 7 yang sudah cukup populer di pasaran. Sementara itu Snapdragon C dibekali dengan delapan inti CPU Kryo yang dirancang untuk performa komputasi efisien.
Chipset Snapdragon C ini mampu mencapai kecepatan hingga 3 GHz pada pengujian satu inti CPU secara maksimal. Prosesor terbaru ini juga mampu berjalan pada kecepatan hingga 2 GHz ketika seluruh inti bekerja secara bersamaan. Proses pengujian performa tersebut dilakukan menggunakan daya baterai dan bukan menggunakan daya listrik langsung dari stopkontak. Pengujian menggunakan daya baterai ini merupakan hal yang sangat krusial untuk mengukur tingkat efisiensi penggunaan energi.
Qualcomm menggunakan perangkat referensi berukuran 16 inci untuk menguji kemampuan chipset terbaru Snapdragon C milik mereka. Perangkat referensi tersebut kemudian dibandingkan dengan laptop Acer TravelMate berukuran 11,6 inci yang menggunakan prosesor Intel. Sistem Intel tersebut sengaja diatur sedemikian rupa agar konsumsi daya totalnya setara dengan layar berukuran 16 inci. Pengaturan sistem ini dilakukan Qualcomm untuk memberikan gambaran komparasi konsumsi daya secara lebih adil dan setara.
Grafik pengujian yang disajikan Qualcomm ternyata tidak mencantumkan angka pasti maupun satuan ukur yang jelas bagi publik. Hasil komparasi tersebut hanya menampilkan perbandingan relatif yang cukup samar antara Snapdragon C dan pesaingnya Intel N250. Langkah peluncuran Snapdragon C ini juga dilakukan saat produsen perangkat laptop sedang menghadapi tekanan kenaikan harga DRAM. Kehadiran chipset ini diharapkan mampu menjadi solusi hemat bagi produsen laptop dalam memproduksi perangkat murah berkinerja baik.
Meskipun ada pengurangan slide pengujian perubahan ini tetap menjadi perhatian utama dalam industri perangkat komputasi portabel. Qualcomm diharapkan segera memberikan klarifikasi mendalam mengenai alasan teknis dibalik penghapusan dua poin pengujian efisiensi tersebut. Para calon konsumen laptop murah kini harus menunggu ulasan independen untuk melihat efisiensi nyata Snapdragon C.
Sumber: Tomshardware


