Intel Perkenalkan GPU Data Center Crescent Island

Intel baru saja mengumumkan GPU generasi terbarunya yang dirancang khusus untuk pusat data. Produk ini diberi nama Crescent Island oleh Intel dan diklaim akan dioptimalkan untuk menjalankan beban kerja inference pada kecerdasan buatan. GPU ini akan menjadi bagian penting dari strategi Intel dalam memperkuat posisinya di pasar komputasi data center yang semakin kompetitif.

Chip grafis terbaru ini akan menggunakan arsitektur Xe3P, versi yang ditingkatkan dari Xe3 yang sebelumnya dipakai pada prosesor Core Ultra 300-series “Panther Lake.” Intel menyebutkan bahwa GPU ini akan mendukung berbagai jenis data yang umum digunakan dalam pemrosesan inference dan layanan cloud. Meski rincian performanya belum diungkap, raksasa chip asal Amerika ini memberi sejumlah petunjuk tentang kemampuan teknologinya.

Salah satu aspek paling mencolok dari Crescent Island adalah kapasitas memorinya. GPU ini dilengkapi dengan 160 GB LPDDR5X, jumlah yang jauh lebih besar dibanding kartu grafis umumnya. Kapasitas besar ini menunjukkan bahwa Intel menggunakan banyak chip memori LPDDR5X dalam satu papan GPU, memperluas jalur antarmuka untuk meningkatkan efisiensi transfer data.

Chip LPDDR5X sendiri memiliki dua kanal 16-bit, dengan total lebar antarmuka 32 bit. Versi dengan kapasitas tertinggi adalah 32 GB, sehingga GPU Crescent Island kemungkinan menggunakan 20 chip untuk mencapai total 160 GB. Konfigurasi ini bisa berarti GPU memiliki satu chip besar dengan antarmuka memori selebar 640 bit, atau dua GPU terpisah dengan antarmuka 320 bit masing-masing.

Kedua opsi tersebut menunjukkan bahwa Intel berencana menghadirkan prosesor grafis kelas atas yang benar-benar dirancang untuk inference. Namun, masih menjadi pertanyaan apakah GPU ini nantinya juga mampu memproses beban grafis umum di luar konteks AI. Hal ini menjadi menarik karena dapat membuka potensi penggunaan lebih luas di sektor komputasi visual dan grafis profesional.

Intel menegaskan bahwa Crescent Island akan dioptimalkan untuk efisiensi daya dan biaya. GPU ini akan cocok digunakan pada server enterprise yang menggunakan sistem pendingin udara. Dengan strategi tersebut, tampaknya Intel tidak berencana membuat GPU dengan ukuran die sangat besar, melainkan fokus pada efisiensi operasional dalam lingkungan data center konvensional.

Meski belum ada detail pasti tentang spesifikasi lengkap maupun performa benchmark-nya, Intel menyebut produk ini sudah dalam tahap pengujian. Perusahaan berencana mulai mendistribusikan sampel Crescent Island ke mitra industri pada paruh kedua tahun 2026.

Kemungkinan besar, informasi lebih lanjut mengenai kinerja dan efisiensi GPU ini akan diumumkan dalam ajang industri seperti OCP Conference atau SC25 Trade Show. Keduanya dikenal sebagai tempat di mana perusahaan teknologi besar memperkenalkan inovasi mereka dalam bidang komputasi tingkat lanjut.

Jika berhasil menunjukkan performa tinggi dan efisiensi daya yang baik, Crescent Island bisa menjadi pesaing kuat di segmen GPU enterprise yang kini dikuasai oleh NVIDIA dan AMD. Tahun 2026 mungkin menjadi momen penting bagi Intel dalam menentukan arah masa depan GPU-nya di dunia pusat data.

Sumber: Tomshardware

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *