Seagate Technology menegaskan langkah terbarunya di industri penyimpanan data dengan menghadirkan hard disk berkapasitas 32TB. Produk ini mulai dikirimkan ke mitra channel dan ritel di berbagai negara. Momentum tersebut diperlihatkan dalam ajang Intersec 2026 yang digelar di Dubai. Pameran itu menjadi panggung bagi Seagate menampilkan arah pengembangan teknologi penyimpanan berbasis kebutuhan AI.
Dalam acara tersebut, Seagate membawa fokus pada analitik video berbasis kecerdasan buatan yang semakin berkembang. Solusi yang ditampilkan dirancang untuk membantu bisnis memanfaatkan data video secara langsung. Pendekatan edge-to-cloud menjadi fondasi utama portofolio yang diperkenalkan. Tujuannya adalah mempercepat pengambilan keputusan berbasis data nyata.
Pertumbuhan penggunaan AI pada analitik video memicu lonjakan volume data di sisi edge network. IDC mencatat sebagian besar organisasi memperkirakan data video mereka akan meningkat drastis dalam lima tahun. Peningkatan ini dipicu penambahan ringkasan, anotasi, dan metadata pada setiap frame video. Setiap proses tersebut menambah beban penyimpanan secara signifikan.
Penggunaan analitik video kini meluas ke berbagai sektor industri. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mempercepat investigasi dan meningkatkan sistem peringatan otomatis. Di sisi lain, kebutuhan kepatuhan regulasi juga mendorong penyimpanan arsip video jangka panjang. Insight operasional yang lebih dalam menjadi alasan utama adopsi teknologi ini.
Menjawab tantangan tersebut, Seagate menghadirkan hard disk 32TB berbasis teknologi CMR. Produk ini tersedia dalam lini Exos, SkyHawk AI, dan IronWolf Pro. Ketiganya dirancang untuk kebutuhan berbeda namun berbagi fondasi kapasitas besar. Seagate menempatkan produk ini sebagai solusi penyimpanan terdepan di kelasnya.
Teknologi ini mengikuti standar yang telah digunakan di lingkungan cloud hyperscale. Seagate sebelumnya menguji kapasitas tinggi melalui platform Mozaic. Pengalaman tersebut kini diterapkan ke segmen enterprise yang lebih luas. Pelanggan diharapkan lebih percaya diri menjalankan beban kerja AI kompleks.
Hard disk masih diposisikan sebagai tulang punggung penyimpanan data berskala besar. Kapasitas tinggi dan performa stabil menjadi keunggulan utamanya. Skalabilitas juga membuatnya relevan untuk infrastruktur hybrid dan multi-cloud. Baik edge maupun data center tetap membutuhkan media penyimpanan ini.
Seagate menilai video kini bukan sekadar rekaman pasif. Video berkembang menjadi sumber business intelligence yang dapat dicari. Transformasi ini mengubah cara organisasi menjalankan operasional harian. Penyimpanan yang memadai menjadi syarat agar nilai data tetap terjaga.
Perubahan tersebut menuntut fondasi data yang benar-benar baru. Kapasitas besar diperlukan agar insight dapat terus mengalir tanpa hambatan. Arsip video juga harus mudah ditelusuri dalam waktu singkat. Tanpa dukungan ini, potensi analitik video tidak optimal.
Di Indonesia, hard disk 32TB Seagate sudah tersedia melalui mitra resmi. SkyHawk AI dipasarkan dengan harga Rp18.233.000. IronWolf Pro ditawarkan seharga Rp19.893.000. Sementara Exos dibanderol Rp22.983.000.
