DeepSeek R2 Batal Rilis Agustus, Tantangan AI Semakin Berat

Dimas Galih Windudjati

Spekulasi mengenai peluncuran DeepSeek-R2 akhirnya terbantahkan. Sumber internal perusahaan menegaskan bahwa tidak ada rencana rilis pada bulan Agustus. Pernyataan ini muncul setelah rumor peluncuran R2 sempat beredar luas di komunitas teknologi Tiongkok.

Isu tersebut bahkan sempat diperkuat oleh respons dari model AI DeepSeek sendiri. Dalam interaksi publik, model itu menyebutkan kemungkinan rilis antara 15 hingga 30 Agustus. Namun, hanya beberapa jam setelah kabar itu mencuat, seorang narasumber yang dekat dengan perusahaan membantahnya secara tegas.

Ketidakpastian ini bukan kali pertama terjadi. Pada Maret lalu, rumor serupa juga beredar, menyebutkan tanggal rilis yang ternyata tidak akurat. Hingga kini, DeepSeek belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal peluncuran maupun spesifikasi teknis dari R2.

Meski belum dirilis, ekspektasi terhadap DeepSeek-R2 cukup tinggi. Model ini digadang-gadang mampu menyaingi GPT-4 dan GPT-5. Fitur unggulan yang diharapkan mencakup kemampuan penalaran multibahasa dan pemrograman tingkat lanjut. Namun, pengembangan R2 tampaknya menghadapi hambatan serius.

Menurut laporan dari The Information, CEO DeepSeek, Liang Wenfeng, belum puas dengan performa R2. Meski pengembangan telah berlangsung intensif selama berbulan-bulan, hasilnya belum memenuhi standar internal perusahaan. Masalah performa bukan satu-satunya kendala yang dihadapi.

Keterbatasan infrastruktur juga menjadi sorotan. Setelah larangan ekspor chip Nvidia H20 ke Tiongkok, DeepSeek mengalami kesulitan dalam memperoleh daya komputasi yang memadai. Kekhawatiran muncul bahwa peluncuran prematur bisa berujung pada kegagalan jika sistem tidak mampu menangani lonjakan penggunaan.

Sebagai solusi, DeepSeek kini mengandalkan chip Ascend 910B milik Huawei untuk melatih model R2. Cluster komputasi Huawei diklaim mampu menghasilkan 512 PFLOPS dengan efisiensi 82 persen. Performa ini setara dengan sekitar 91 persen dari kemampuan cluster Nvidia A100.

Meski menjanjikan, belum jelas apakah konfigurasi tersebut cukup untuk mendukung peluncuran skala besar. Di sisi lain, kabar baik datang dari sektor pasokan chip. Nvidia dan AMD baru saja mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS. Mereka diizinkan kembali menjual chip AI ke Tiongkok dengan syarat menyerahkan 15 persen pendapatan dari pasar Tiongkok.

Kesepakatan ini berpotensi meringankan tekanan yang dihadapi DeepSeek. Namun, dampaknya diperkirakan tidak akan langsung terasa. Untuk saat ini, perusahaan memilih pendekatan hati-hati. Meski model R2 sedang diuji secara aktif, peluncurannya masih menunggu kesiapan penuh.

Dalam lanskap AI yang semakin kompetitif, DeepSeek tidak hanya dituntut menghadirkan model canggih. Stabilitas dan skalabilitas juga menjadi faktor krusial. Tanpa keduanya, peluncuran bisa menjadi bumerang yang merugikan reputasi perusahaan.

Publik kini menanti langkah selanjutnya dari DeepSeek. Apakah R2 akan mampu memenuhi ekspektasi tinggi? Atau justru menjadi contoh lain dari ambisi teknologi yang belum matang? Jawabannya masih menunggu waktu.

Sumber: ITHome

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *