Chipset Qualcomm Naik Harga Mulai 1 September

Produsen raksasa teknologi Qualcomm resmi mengumumkan rencana naik harga untuk jajaran produk chipset milik mereka. Kebijakan penyesuaian harga komponen ini akan mulai berlaku secara efektif pada tanggal 1 September mendatang. Langkah ini diambil demi menjaga marjin keuntungan perusahaan di tengah krisis pasokan komponen global. Sebagian besar pasokan komponen chip buatan perusahaan ini dialokasikan untuk para pembuat perangkat smartphone.

Direktur Utama Qualcomm Cristiano Amon menegaskan bahwa harga biaya produksi chipset yang naik tidak lagi bisa dihindari. Ia menjelaskan bahwa melonjaknya biaya pasokan memaksa perusahaan untuk menyesuaikan harga jual produk kepada pelanggan. Industri semikonduktor saat ini memang sedang menghadapi kenaikan biaya produksi yang sangat tinggi secara menyeluruh. Kenaikan biaya ini mencakup proses fabrikasi wafer hingga pengujian dan pasokan komponen memori yang langka.

Pengumuman penting ini disampaikan bersamaan dengan laporan keuangan kuartal ketiga tahun fiskal perusahaan Qualcomm. Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar 9,95 miliar dolar AS pada periode kuartal tersebut. Angka penjualan tersebut sedikit melampaui estimasi awal para analis yang berada di angka 9,67 miliar dolar AS. Namun laba bersih perusahaan tercatat sebesar 2 miliar dolar AS atau turun 25 persen dibanding tahun lalu.

Laba per saham disesuaikan yang tercatat adalah sebesar 2,21 dolar AS per lembar saham. Angka pendapatan ini sedikit di bawah perkiraan awal para analis pasar sebesar 2,23 dolar AS. Untuk kuartal berjalan Qualcomm memperkirakan laba per saham berada di kisaran 2,05 hingga 2,25 dolar AS. Proyeksi pendapatan mendatang dipatok pada kisaran 9,7 miliar hingga 10,5 miliar dolar AS.

Bisnis chip smartphone masih menjadi pilar utama pendapatan terbesar bagi perusahaan Qualcomm sampai saat ini. Penjualan chip smartphone menyumbang angka 5,1 miliar dolar AS meski mengalami penurunan sebesar 20 persen. Cristiano Amon mengungkapkan bahwa dinamika pasar membuat smartphone kelas menengah menjadi kurang kompetitif saat ini. Masalah keterjangkauan harga menjadi penyebab utama konsumen menahan diri untuk membeli perangkat smartphone baru.

Konsumen smartphone kelas atas juga mulai mengalihkan preferensi mereka ke perangkat yang lebih terjangkau. Lonjakan harga memori membuat pembeli lebih memilih smartphone seri terdahulu atau kelas premium bawah. Pihak manajemen menyebut bahwa masalah biaya pasokan tinggi ini bersifat sementara dan segera diatasi. Kebijakan kenaikan harga mulai 1 September menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah marjin tersebut.

Di tengah tekanan pasar smartphone perusahaan mencatatkan pertumbuhan yang sangat positif pada sektor otomotif. Pendapatan dari unit bisnis otomotif berhasil mencapai angka 1,59 miliar dolar AS pada kuartal ini. Perusahaan bahkan baru saja menyepakati kerja sama pasokan chip kokpit digital bersama produsen mobil BMW. Qualcomm menargetkan pendapatan dari sektor otomotif dapat menembus angka 10 miliar dolar AS pada tahun 2029.

Langkah diversifikasi bisnis terus digencarkan agar perusahaan tidak bergantung hanya pada industri smartphone semata. Target penjualan non-smartphone diharapkan mampu menyumbang hingga 60 persen dari total pendapatan tahun depan. Sektor kacamata pintar dan perangkat industri juga mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 9 persen menjadi 1,83 miliar dolar AS. Sementara itu divisi lisensi paten teknologi berhasil menyumbang pendapatan sebesar 1,28 miliar dolar AS.

Qualcomm juga terus mengejar peluang besar pada pasar infrastruktur pusat data berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan optimistis mampu meraih target pendapatan sebesar 5 miliar dolar AS dari sektor ini tahun depan. Langkah serius ini ditunjukkan dengan rampungnya akuisisi perusahaan perangkat lunak kecerdasan buatan bernama Modular. Platform perangkat lunak baru tersebut rencananya akan diperkenalkan secara resmi pada konferensi khusus bulan Agustus mendatang.

Sumber: CNBC

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *