Siapa yang tidak mengenal SanDisk? Merek legendaris di industri flash storage ini telah puluhan tahun menjadi andalan pengguna PC, fotografer, hingga profesional. Setelah menyatukan lini penyimpanan performa tingginya, SanDisk kini menghadirkan lini SSD NVMe internal terbarunya yang ditujukan untuk gamer maupun content creator, salah satunya adalah SanDisk Optimus GX 7100.
Dirancang untuk mengisi segmen high-performance PCIe Gen4 x4, SanDisk Optimus GX 7100 memadukan kecepatan sekuensial hingga 7.250 MB/s dengan arsitektur efisiensi daya tinggi. Varian kapasitas 2 TB yang mampir ke meja pengujian Hyperbit ini menawarkan ruang simpan yang sangat lapang untuk menampung belasan judul game AAA berukuran raksasa serta proyek video beresolusi tinggi. Unit SanDisk Optimus GX 7100 2TB ini hadir dalam form factor M.2 2280 standar tanpa heatsink bawaan yang tebal. Desain fisik single-sided (semua komponen hanya berada di satu sisi PCB) membuatnya sangat praktis untuk dipasangkan ke berbagai perangkat, mulai dari PC desktop, laptop tipis, hingga konsol genggam (handheld gaming PC).
Spesifikasi dari SanDisk Optimus GX 7100 NVMe SSD yang saya dapatkan untuk review kali ini adalah sebagai berikut
| SanDisk Optimus GX 7100 | Spesifikasi |
| Kapasitas | 2 TB |
| Interface | PCIe Gen 4.0 x4 |
| Tipe konektor | NVMe 1.4 |
| Form Factor | M.2 2280 |
| Controller | SanDisk Polaris 3 |
| Jenis memori NAND | SanDisk 8th Gen BiCS 3D TLC CBA NAND |
| Endurance | 1200 TBW |
| Dimensi | 80 x 22 x 2,38 mm |
| Bobot | 5,8 gram |
SanDisk memberikan perlindungan garansi terbatas selama 5 tahun untuk SSD ini. Ketentuan garansi mengikuti batas usia pakai atau nilai Total Bytes Written (TBW). Untuk varian 2 TB ini, batas endurance yang ditawarkan mencapai 1.200 TBW. Hal tersebut sebuah angka penulisan data yang sangat tinggi untuk penggunaan harian maupun beban kerja intensif selama bertahun-tahun.
Desain
SanDisk Optimus GX 7100 dengan kapasitas 2TB yang digunakan untuk review kali ini mengusung tata letak komponen single-sided yang bersih. Di bagian depan PCB berwarna hitam ini, hanya terdapat satu chip controller SanDisk Polaris 3 dan sebuah chip memori NAND SanDisk BiCS generasi ke-8 berbasis 3D TLC. Tata letak satu sisi ini menjaga ketebalan SSD tetap berada di angka 2,38 mm, sehingga kompatibel dengan slot M.2 berprofil rendah pada laptop tipis.
Meskipun beroperasi tanpa DRAM cache dedicated, SSD ini memanfaatkan arsitektur SanDisk nCache 4.0. Teknologi dynamic pseudo-SLC caching ini secara cerdas mengalokasikan sebagian memori TLC menjadi mode SLC berkecepatan tinggi saat proses penulisan data berlangsung, menjaga performa puncak tetap konsisten pada pengoperasian harian.
Sebagai SSD ber-interface PCIe 4.0 x4 dengan protokol NVMe 2.0, perangkat ini mendukung fitur Microsoft DirectStorage. Fitur ini memungkinkan data game diisi langsung dari SSD ke VRAM kartu grafis tanpa membebani prosesor secara berlebihan, sehingga mempercepat waktu loading game modern.
Guna mendukung kemudahan manajemen, SanDisk menyediakan perangkat lunak SanDisk Dashboard yang dapat diunduh gratis. Aplikasi ini menampilkan indikator kesehatan unit, suhu real-time, status SMART, pengujian performa, eksekusi perintah TRIM, hingga fitur Game Mode. Selain itu, pengguna juga mendapatkan bundel lisensi perangkat lunak Acronis True Image for SanDisk untuk mempermudah kloning sistem operasi dan migrasi data dari SSD lama.
Review Pengujian SanDisk Optimus GX 7100
Proses pengujian SanDisk Optimus GX 7100 2TB dilakukan pada menggunakan interface PCI express 4.0 x4 yang mendukung 4 lane. Dalam menguji SSD yang satu ini, saya menggunakan sebuah laptop dengan prosesor Intel Core i5 1135G7 yang juga sudah mendukung PCIe 4.0 x4.
Saat pengujian penulisan data berukuran masif di atas 500 GB secara terus-menerus, SLC cache nCache 4.0 terbukti bekerja optimal sebelum kecepatan mengalami penyesuaian (throttling) alami ke kecepatan TLC native. Untuk skenario pemakaian riil seperti render video 4K/8K, transfer file gim berukuran ratusan gigabyte, dan multitasking berat, SSD ini terasa sangat responsif tanpa ada hambatan (lag).
Namun cukup disayangkan bahwa saya tidak mendapatkan kecepatan seperti yang dijanjikan, yaitu 6990 MB/s saja. Walaupun begitu, kecepatan seperti ini sudah sangat bagus untuk melakukan rendering video dan gambar dengan lebih cepat. Apalagi, jika storage ini digunakan untuk bermain game.
Berikut adalah hasil benchmark dari SanDisk Optimus GX 7100
Mengenai manajemen termal, berkat efisiensi daya arsitektur kontroler terbarunya, suhu Operasional SanDisk Optimus GX 7100 berada dalam batas aman. Pada penggunaan tanpa heatsink eksternal di ruang ber-AC, suhu berada di kisaran 42°C hingga 48°C saat idle dan berkisar antara 68°C hingga 75°C saat dipacu dengan benchmark berat. Jika dipasangkan dengan spreader/heatsink bawaan motherboard, suhunya dapat ditekan di bawah 60°C.
Verdict
SanDisk Optimus GX 7100 2TB terbukti menjadi salah satu pilihan SSD PCIe Gen4 DRAM-less paling menarik di pasaran saat ini. Pemanfaatan memori BiCS 3D TLC generasi ke-8 dipadu dengan nCache 4.0 membuat kinerjanya mampu menyaingi SSD Gen4 papan atas ber-DRAM dalam penggunaan harian dan skenario gaming.
SSD yang satu ini juga cocok untuk mereka yang menggeluti bidang editing gambar dan video. Tentunya, semakin tinggi kinerja SSD akan membantu rendering dari sebuah gambar dan video. Walaupun tanpa heatsink, storage ini juga tidak overheating saat diuji sehingga tidak ditemukan adanya lag.
Harga memang menjadi penentu hampir setiap konsumen untuk membeli SSD. Pada masa di mana harga NAND melambung tinggi, SanDisk Optimus GX 7100 2TB memiliki harga resmi Rp10.224.500. Bagi pengguna yang ingin menambah kapasitas penyimpanan menjadi 2 TB untuk PC desktop, laptop gaming, maupun handheld, SSD ini menyajikan keseimbangan yang pas antara kecepatan tinggi, daya tahan 1.200 TBW yang tinggi, fleksibilitas bentuk single-sided, serta jaminan garansi 5 tahun.
Pros
- Kecepatan sekuensial sangat tinggi
- Paket software lengkap (SanDisk Dashboard & Acronis True Image)
- Endurance dengan TBW 1200 yang tinggi
- Garansi 5 tahun yang panjang
- Tidak panas saat pengujian
Cons
- Harga sangat premium
- Tidak dilengkapi DRAM Cache









