Gelaran Computex tahun ini tampaknya akan menjadi panggung yang sangat menarik bagi industri teknologi global. Kabar burung yang beredar menyebutkan bahwa Nvidia siap menggebrak pasar dengan proyek kolaborasi terbarunya. Raksasa teknologi tersebut kabarnya menggandeng Microsoft dan ARM untuk meluncurkan sebuah prosesor baru yang sangat ambisius.
Kerja sama tiga raksasa ini diprediksi akan mengubah peta persaingan chipset dunia dalam waktu dekat. Banyak pihak berspekulasi bahwa pengumuman resmi mengenai proyek besar ini akan dilakukan pada hari ini. Momentum pameran teknologi di Taipei tersebut dinilai menjadi waktu yang sangat tepat untuk memperkenalkannya.
Meskipun detail resmi masih disimpan sangat rapat, bocoran performa komponen ini sudah beredar luas di internet. Komponen yang dinamakan Nvidia N1x tersebut baru saja menampakkan diri melalui platform pengujian Geekbench 6. Namun, hasil pengujian awal ini justru memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat teknologi karena dinilai kurang memuaskan.
Skor performa yang dihasilkan oleh prosesor baru ini ternyata tidak terlalu membuat orang tercengang. Berdasarkan data yang beredar, kemampuan komputasinya hanya mampu menyamai chipset besutan Apple yang dirilis tiga tahun lalu. Hasil performa mentah dari komponen teranyar ini dinilai masih berada di bawah ekspektasi awal banyak orang.
Jika dibandingkan secara langsung, Apple M3 Max yang meluncur November 2023 ternyata masih memegang keunggulan. Chipset lawas dari laptop MacBook Pro tersebut terbukti memiliki efisiensi dan performa yang lebih superior. Hal ini tentu menjadi catatan tersendisimaximal bagi Nvidia yang sedang berusaha masuk ke pasar baru.
Namun, ada beberapa faktor objektif yang perlu kita cermati bersama dari munculnya angka pengujian tersebut. Data yang beredar saat ini ternyata diambil dari pengujian lama pada bulan Juni 2025 yang lalu. Skor tersebut memang sangat mirip dengan performa sistem chip GB10 yang menjadi basis utamanya.
Kita juga harus ingat bahwa pengujian pra-rilis ini dilakukan pada lingkungan perangkat keras yang belum matang. Sistem operasi yang digunakan untuk menguji komponen tersebut juga dipastikan belum mendapatkan optimasi yang sempurna. Potensi performa sesungguhnya dari komponen baru ini diyakini masih bisa meningkat lebih tinggi lagi.
Nvidia N1x sendiri merupakan modifikasi dari chip GB10 yang digunakan pada mini PC DGX Spark. Komponen ini membawa konfigurasi 20 core CPU arsitektur ARM yang dirancang khusus oleh pihak MediaTek. Sektor grafisnya mumpuni karena didukung oleh kartu grafis setingkat RTX 5070 yang sangat bertenaga.
Sistem ini juga mengandalkan arsitektur memori terpadu LPDDR5X yang membuat CPU dan GPU bisa saling berbagi tempat. Saat komponen ini nanti tertanam di smartphone atau laptop Windows, performanya pasti akan jauh lebih optimal. Mari kita tunggu saja pengumuman resmi mengenai harga dan ketersediaan perangkat ini di pasar.
Sumber: ITHome

