WD Gunakan Dual Pivot & HBDT, HDD 4x Lebih Cepat

Western Digital (WD) kembali membuat gebrakan besar dalam dunia penyimpanan data digital. Perusahaan teknologi ini baru saja memperkenalkan arsitektur hard drive terbaru mereka. Inovasi ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan yang berat. Mereka fokus pada peningkatan performa tanpa mengorbankan sisi ekonomis penyimpanan.

Era kecerdasan buatan membawa tantangan baru bagi pusat data di seluruh dunia. Model AI membutuhkan akses data dalam jumlah masif dan kecepatan tinggi. Mengandalkan penyimpanan berbasis flash atau SSD tentu memakan biaya yang sangat mahal. Hard drive tradisional menawarkan kapasitas besar namun seringkali terkendala kecepatan transfer.

WD hadir untuk menjembatani kesenjangan performa dan biaya tersebut. Solusi terbaru ini menggabungkan dua teknologi canggih dalam satu perangkat penyimpanan. Pendekatan ini memungkinkan hard drive mencapai kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Inilah jawaban bagi kebutuhan siklus data AI yang semakin kompleks.

Teknologi pertama yang diperkenalkan WD bernama High Bandwidth Drive Technology atau HBDT. Sistem ini memungkinkan hard drive membaca dan menulis data secara paralel. Konsepnya mirip dengan membuka beberapa jalur lalu lintas sekaligus di jalan raya. Hal ini berbeda dengan drive konvensional yang hanya menggunakan satu jalur akses.

HBDT bekerja dengan mengakses beberapa trek data secara bersamaan pada piringan. Saat ini teknologi tersebut sudah mampu menangani dua trek sekaligus. Kemampuan ini secara otomatis menggandakan kecepatan transfer data pada hard drive. Ini adalah langkah awal yang signifikan untuk mendongkrak performa perangkat mekanis.

Inovasi kedua WD yang tidak kalah penting adalah teknologi Dual Pivot. WD menyematkan aktuator kedua yang dapat beroperasi secara independen. Aktuator tambahan ini ditempatkan pada poros yang terpisah dari lengan utama. Desain unik ini memberikan fleksibilitas lebih dalam mengakses data secara acak.

ilustrasi hard disk

Keunggulan utama Dual Pivot terletak pada desainnya yang hemat ruang. Teknologi aktuator ganda sebelumnya seringkali memakan tempat dan mengurangi jumlah piringan. Pendekatan baru ini justru memungkinkan penempatan piringan yang lebih rapat. Hasilnya adalah kapasitas penyimpanan tetap maksimal meski ada komponen tambahan.

Kombinasi HBDT dan Dual Pivot menciptakan lonjakan performa yang sangat drastis. Penyatuan kedua fitur ini diklaim mampu meningkatkan throughput hingga empat kali lipat. Kecepatan transfer data bisa melonjak dari 300 MB/s menjadi 1,2 GB/s. Angka ini mendekati performa yang biasanya hanya dimiliki oleh SSD antarmuka SATA.

Peningkatan kecepatan ini sangat krusial untuk berbagai aplikasi berbasis data besar. Proses pelatihan AI dan analisis data raya menjadi jauh lebih efisien. Pengguna tidak perlu lagi menunggu lama saat memproses kumpulan data raksasa. Efisiensi waktu ini tentu berdampak langsung pada produktivitas operasional perusahaan.

Peta jalan teknologi ini juga menjanjikan perkembangan yang lebih fantastis lagi. Western Digital berencana mengembangkan HBDT hingga mampu mengakses delapan trek sekaligus. Potensi kecepatannya bisa menembus angka yang setara dengan penyimpanan berbasis flash. Hal ini akan mengubah cara pandang industri terhadap kemampuan hard drive mekanis.

Keuntungan ekonomis menjadi nilai jual utama dari arsitektur baru ini. Perusahaan tidak perlu beralih sepenuhnya ke infrastruktur all-flash yang mahal. Mereka bisa mendapatkan performa tinggi dengan biaya kepemilikan yang jauh lebih rendah. Ini adalah solusi cerdas untuk mengelola ledakan data di masa depan.

Ketersediaan teknologi ini dilakukan secara bertahap untuk pasar global. Unit dengan teknologi HBDT saat ini sudah mulai dikirimkan ke pelanggan. Sementara itu hard drive dengan Dual Pivot masih dalam tahap pengembangan laboratorium. Rencananya produk dengan aktuator ganda ini akan tersedia pada tahun 2028.

Langkah Western Digital ini membuktikan bahwa era hard drive belum berakhir. Inovasi mekanis masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan beradaptasi. Mereka berhasil membuktikan relevansi hard drive di tengah gempuran teknologi solid state.

Sumber: Western Digital

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *