Dunia teknologi kembali mendapatkan kabar segar dari salah satu pemain besar di industri semikonduktor. AMD secara resmi mengumumkan kehadiran lini produk FPGA terbaru mereka pada awal Februari 2026. Produk anyar ini diberi nama AMD Kintex UltraScale+ Gen 2 yang sangat dinantikan. Peluncuran ini menandai langkah strategis perusahaan dalam memperkuat dominasi mereka di pasar kelas menengah.
Perangkat baru ini hadir sebagai solusi cerdas untuk berbagai kebutuhan sistem berkinerja tinggi. AMD merancang chip ini dengan fokus utama pada pemrosesan data yang sangat cepat. Mereka menyasar sektor krusial seperti peralatan medis canggih hingga otomatisasi industri. Sektor penyiaran video profesional juga menjadi target utama dari inovasi teknologi ini.
Peningkatan paling mencolok terlihat jelas pada arsitektur memori yang diusungnya. Kintex UltraScale+ Gen 2 kini dilengkapi dengan kontroler memori keras yang terintegrasi. Chip ini sudah mendukung teknologi memori terkini seperti LPDDR4X, LPDDR5, dan LPDDR5X. Dukungan ini memberikan lonjakan performa yang sangat signifikan bagi para pengembang sistem.
Bandwidth memori yang ditawarkan diklaim mencapai lima kali lipat dibanding generasi sebelumnya. Kecepatan transfer data yang tinggi ini sangat vital untuk aplikasi pemrosesan gambar. Para insinyur kini tidak perlu lagi khawatir dengan kemacetan data saat sistem bekerja. Ini adalah lompatan besar yang mengubah cara kerja perangkat keras dalam menangani data.
Sektor konektivitas juga mendapatkan penyegaran yang sangat dibutuhkan oleh industri modern. AMD menyematkan dukungan PCIe Gen 4 pada perangkat FPGA kelas menengah ini. Fitur tersebut memungkinkan throughput host yang dua kali lebih cepat dibandingkan kompetitornya. Transfer data antar komponen kini bisa berjalan jauh lebih mulus dan responsif.
Tidak hanya soal kecepatan, AMD juga memperhatikan aspek efisiensi daya dengan sangat serius. Penggunaan teknologi proses 16nm FinFET tetap dipertahankan untuk menjamin keseimbangan performa. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas sistem yang sudah teruji di lapangan. Efisiensi daya yang baik tentu menjadi nilai tambah bagi perangkat yang menyala terus-menerus.
Fleksibilitas antarmuka juga menjadi daya tarik utama dari seri terbaru ini. Pengguna bisa memanfaatkan berbagai standar koneksi mulai dari MIPI hingga HDMI dan DisplayPort. Hal ini memudahkan integrasi chip ke dalam berbagai jenis perangkat keras yang berbeda. Desainer sistem memiliki kebebasan lebih luas dalam merancang produk akhir mereka.
Keamanan data menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi di era digital. AMD membekali Kintex UltraScale+ Gen 2 dengan fitur keamanan tingkat lanjut yang mumpuni. Salah satu fitur andalannya adalah dukungan kriptografi pasca-kuantum atau post-quantum cryptography. Fitur ini menjamin perlindungan data sensitif dari ancaman siber di masa depan.
Dukungan jangka panjang adalah janji manis yang selalu dinantikan oleh pelaku industri. AMD berkomitmen untuk menyediakan ketersediaan produk ini hingga setidaknya tahun 2045. Jaminan ini memberikan ketenangan pikiran bagi perusahaan yang membuat peralatan berumur panjang. Sektor penerbangan dan medis tentu sangat mengapresiasi komitmen ketersediaan jangka panjang ini.
Para pengembang perangkat lunak juga akan dimanjakan dengan dukungan alat yang matang. Dukungan simulasi melalui Vivado dan Vitis dijadwalkan hadir pada kuartal ketiga 2026. Hal ini memungkinkan tim desain untuk mulai merancang sistem sebelum perangkat keras tersedia. Proses pengembangan produk bisa berjalan lebih efisien dan hemat waktu.
Bagi mereka yang ingin segera menjajal, sampel silikon pra-produksi akan tersedia akhir tahun. AMD menargetkan ketersediaan sampel tersebut pada kuartal keempat tahun 2026 ini. Evaluasi kit juga akan mulai didistribusikan pada periode waktu yang sama. Sementara itu, produksi massal direncanakan akan dimulai pada paruh pertama tahun 2027.
Langkah AMD ini jelas menantang dominasi kompetitor di segmen FPGA kelas menengah. Mereka menawarkan kombinasi performa tinggi dan fitur modern dengan harga yang kompetitif. Kehadiran memori LPDDR5 menjadi pembeda utama yang sulit ditandingi oleh produk sejenis. Ini adalah standar baru yang memaksa pasar untuk terus berinovasi lebih cepat.
Peningkatan densitas DSP hingga dua kali lipat juga menjadi kabar baik bagi industri. Kemampuan pemrosesan sinyal digital yang lebih kuat membuka peluang aplikasi baru yang kompleks. Pengolahan video resolusi tinggi 4K dan 8K kini bisa dilakukan dengan lebih efisien. Industri penyiaran akan sangat terbantu dengan kemampuan pemrosesan sinyal yang superior ini.
Kapasitas RAM tertanam atau embedded RAM juga mengalami peningkatan hingga delapan puluh persen. Peningkatan ini memungkinkan penyimpanan data sementara yang lebih besar langsung di dalam chip. Latensi pemrosesan data bisa ditekan seminimal mungkin berkat fitur tersebut. Sistem cerdas yang membutuhkan respons waktu nyata akan bekerja jauh lebih optimal.
Sumber: AMD

