Indosat Ooredoo Hutchison memperkuat langkah transformasi digitalnya melalui kolaborasi baru bersama Qualcomm. Kerja sama ini berfokus pada peningkatan efisiensi jaringan dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi berbasis AI. Upaya tersebut menjadi bagian penting dari strategi Indosat dalam menghadirkan layanan yang lebih stabil. Komitmen ini juga menegaskan ambisi perusahaan untuk mendorong kualitas jaringan di seluruh Indonesia.
Langkah ini diumumkan pada awal Desember di Jakarta dalam momentum pengembangan ekosistem jaringan Indosat yang terus berkembang. Kedua perusahaan menyepakati penerapan Qualcomm Dragonwing RAN Automation Suite di infrastruktur jaringan Indosat. Teknologi tersebut menawarkan kemampuan AI yang dirancang untuk meningkatkan performa operasional. Dampaknya diharapkan langsung terasa pada pengelolaan jaringan dan layanan pelanggan.
Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Desmond Cheung, menjelaskan pentingnya penerapan sistem otomatisasi ini. Ia menyebut teknologi tersebut menjadi langkah awal dari perjalanan panjang transformasi jaringan perusahaan. Cheung menegaskan bahwa fitur berbasis AI ini telah dikembangkan dan diintegrasikan secara bertahap. Dengan proses tersebut, Indosat ingin membawa kinerja jaringan ke level yang lebih optimal.
Menurut Cheung, otomatisasi jaringan menjadi fondasi utama dalam upaya meningkatkan pengalaman digital pelanggan. Indosat melihat peluang besar dari pemanfaatan AI sebagai pendorong inovasi layanan. Teknologi ini diyakini mampu memperkuat kestabilan jaringan di tengah pertumbuhan traffic nasional. Ia menilai kolaborasi ini membuka ruang untuk lebih banyak pengembangan di masa mendatang.
Dukungan penuh juga datang dari pihak Qualcomm yang terlibat langsung dalam integrasi teknologi tersebut. Qualcomm memastikan Dragonwing RAN Automation Suite hadir dengan kemampuan AI dan machine learning terbaru. Fitur itu dirancang untuk menekan biaya operasional sekaligus menyederhanakan manajemen jaringan modern. Perusahaan menilai solusi ini sejalan dengan strategi digitalisasi Indosat yang semakin agresif.
Vice President Product Management Qualcomm Technologies, Ofir Zemer, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini. Ia menyebut pihaknya bangga dapat mendukung Indosat dalam agenda transformasi digital nasional. Menurut Zemer, teknologi otomatisasi ini memberikan fleksibilitas yang penting bagi pengelolaan jaringan. Pemanfaatannya juga menjadi contoh penerapan AI yang relevan bagi industri telekomunikasi Indonesia.
Proyek penerapan teknologi ini turut melibatkan PT Lintas Teknologi Indonesia sebagai mitra integrasi. Perusahaan tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam transformasi digital berbagai sektor industri. Keterlibatan mereka memastikan proses integrasi berjalan baik dan sesuai kebutuhan teknis. Kehadiran mitra tersebut juga membantu memperkuat struktur implementasi sistem otomatisasi di lapangan.
Kolaborasi tiga pihak ini memperlihatkan keseriusan Indosat dalam membangun jaringan yang lebih cerdas. Perusahaan ingin memastikan pelanggan menerima kualitas layanan yang konsisten dan efisien. Dengan basis teknologi AI, proses pengelolaan jaringan dapat dilakukan lebih cepat. Langkah tersebut memberikan keuntungan nyata dalam menghadapi dinamika kebutuhan komunikasi modern.
Implementasi Dragonwing RAN Automation Suite juga menunjukkan komitmen Indosat terhadap keberlanjutan. Teknologi otomatisasi membantu perusahaan mengurangi beban operasional yang tidak efisien. Selain itu, jaringan yang lebih adaptif dapat mendukung pertumbuhan layanan digital nasional. Ekosistem yang semakin stabil akan memperkuat pengalaman pengguna di berbagai daerah.
Kerja sama ini menjadi sinyal kuat bahwa teknologi AI memiliki peran strategis di industri telekomunikasi. Indosat melihat AI bukan hanya sebagai alat, tetapi fondasi pengelolaan jaringan masa depan. Dengan jaringan yang lebih presisi, perusahaan ingin memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat. Pendekatan tersebut juga mendukung Indonesia menuju era konektivitas yang lebih inklusif.
