Microsoft baru-baru ini membuat gebrakan dengan meluncurkan versi gratis dari aplikasi Microsoft Office. Langkah ini mematahkan tradisi lama Microsoft yang selalu menawarkan Office versi berbayar untuk aplikasi desktop. Versi gratis ini hadir eksklusif untuk pengguna Windows 11 dan didukung oleh iklan.
Peluncuran diam-diam ini pertama kali terendus oleh sebuah media teknologi bernama Beebom. Mereka melakukan pengujian pada mesin Windows 11 dan menemukan adanya opsi untuk menggunakan Office secara gratis. Pengujian pada Windows 10 menunjukkan bahwa versi gratis ini tidak tersedia di sistem operasi yang lebih lama.
Meskipun gratis, pengguna perlu memahami bahwa ada beberapa kompensasi yang diberikan. Microsoft menerapkan model iklan untuk mendukung versi gratis ini.
Iklan akan muncul dalam dua bentuk. Pertama, sebuah banner iklan akan selalu tampil di layar aplikasi Office. Kedua, iklan video pendek berdurasi 15 detik akan diputar setiap beberapa jam saat aplikasi digunakan.
Salah satu batasan utama dari Office gratis ini adalah pengguna tidak dapat menyimpan file secara lokal. File hanya dapat disimpan ke layanan penyimpanan cloud OneDrive. Hal ini berarti pengguna tidak bisa langsung mengedit file yang tersimpan di komputer mereka. Keputusan ini dianggap kurang praktis oleh sebagian pengguna, mengingat aplikasi perkantoran gratis lain seperti LibreOffice dan Google Docs telah lama memungkinkan penyimpanan file lokal.
Selain batasan penyimpanan, Office versi gratis ini juga memiliki banyak keterbatasan fitur. Beebom mencatat lebih dari 30 fitur yang hilang atau tidak tersedia dalam versi gratis. Fitur-fitur penting seperti pengaturan spasi baris, text wrapping, header, footer, bookmark, dan format tanggal & waktu yang lengkap dihilangkan. Bahkan, fitur pemisah kata (hyphenate) pun tidak ada.
Meskipun aplikasi Word, Excel, dan PowerPoint masih bisa digunakan untuk tugas-tugas dasar, banyak pengguna mungkin akan merasa frustrasi dengan keterbatasan ini. Jika tujuan utama pengguna memilih Office gratis adalah untuk menjaga kompatibilitas dengan format file Office yang sudah ada, keterbatasan fitur ini justru menjadi penghalang. Dalam kondisi ini, pengguna mungkin lebih baik mempertimbangkan alternatif gratis lain seperti LibreOffice atau Google Docs yang lebih lengkap fiturnya, meskipun perlu melakukan ekspor file agar kompatibel dengan format Office.
Dengan adanya iklan yang cukup mengganggu dan fitur-fitur penting yang dipangkas, pertanyaan besar muncul: apakah versi gratis Microsoft Office ini benar-benar bermanfaat bagi pengguna Windows 11? Jika Microsoft ingin memonetisasi pengguna gratis melalui iklan, seharusnya mereka memberikan pengalaman penggunaan Office yang lebih memadai. Daftar panjang fitur yang dihilangkan justru membuat Microsoft terlihat pelit, terutama bagi pengguna Windows 11 yang sudah terbiasa dengan berbagai iklan di sistem operasi tersebut.
Sumber: Beebom