Microsoft Ungkap Alasan Windows 11 Bikin Hemat RAM

Kenaikan harga komponen memori komputer membuat Microsoft harus mengambil langkah strategis baru. Pimpinan divisi Windows Pavan Davuluri menjelaskan alasan sistem operasi Windows 11 perlu menggunakan RAM lebih sedikit. Langkah efisiensi memori ini menjadi prioritas resmi tim pengembangan untuk perangkat berkapasitas 8 GB ke atas. Kebijakan teknis ini diambil demi menjaga performa komputer di tengah tingginya harga perangkat keras dunia.

Kebutuhan sistem operasi yang ramah konsumsi memori dipicu oleh naiknya harga komponen DRAM global. Banyak produsen komputer kini kembali menjual laptop dengan spesifikasi standar RAM sebesar 8 GB saja. Produsen seperti Lenovo merilis laptop baru berkapasitas 8 GB untuk bersaing di pasar komputer portabel. Langkah pembuat laptop ini dipengaruhi oleh tingginya biaya produksi komponen RAM di pasaran dunia.

Microsoft bahkan memasarkan Surface Laptop berkapasitas 8 GB dengan harga resmi senilai $1.299. Pengguna yang ingin menambah RAM 8 GB pada Surface Pro harus membayar biaya tambahan $200. Perusahaan teknologi ini juga telah menghapus rekomendasi RAM 32 GB dari dokumen panduan resmi mereka. Kebijakan ini terasa unik karena Microsoft sebelumnya menetapkan standar 16 GB untuk perangkat Copilot+.

Di sisi lain spesifikasi minimum Windows 11 sebenarnya hanya membutuhkan kapasitas RAM sebesar 4 GB. Bahkan Microsoft sempat membuat varian Windows 11 khusus pengguna daya tinggi yang membutuhkan RAM 64 GB. Tingginya harga komponen memori dipicu oleh lonjakan permintaan pusat data untuk teknologi kecerdasan buatan. Produsen memori mengalihkan kapasitas produksi mereka ke jenis memori HBM dan DRAM khusus server.

Laporan industri dari TrendForce mencatat harga kontrak DRAM naik antara 10% hingga 15% pada triwulan 4. Microsoft sendiri berinvestasi $1 miliar pada OpenAI pada 2019 dan memperbesarnya pada tahun 2023. Perusahaan ini juga memproyeksikan pengeluaran sebesar $80 miliar untuk pusat data AI pada tahun 2025. Gelombang investasi teknologi AI ini secara tidak langsung mendorong kenaikan harga komponen memori komputer.

Isu penggunaan memori ini sempat ditanyakan pengguna Surface Pro dalam acara siniar resmi milik Microsoft. Pengguna tersebut harus mematikan layanan AI bawaan agar bisa menjalankan model kecerdasan buatan lokal. Pengembang sistem Windows 11 kini melakukan perombakan menyeluruh mulai dari bagian manajer memori inti sistem. Kompresi memori dan kerangka kerja seperti WinUI 3 serta WebView2 turut mendapat efisiensi yang signifikan.

Marcus Ash selaku pimpinan riset menjelaskan pendekatan berbasis skenario untuk fitur seperti Widgets dan File Explorer. Fitur opsional termasuk layanan AI hanya akan menggunakan konsumsi RAM saat diaktifkan oleh pengguna. Pavan Davuluri berjanji memberikan kontrol penuh kepada pengguna untuk mengatur penggunaan fitur kecerdasan buatan. Pembaruan WinUI 3 juga diterapkan pada kotak dialog Run serta navigasi dalam komponen File Explorer.

Kerangka kerja WinUI 3 yang baru dirancang agar aplikasi mengonsumsi memori lebih sedikit sejak awal. Penyesuaian aplikasi bawaan ini diharapkan bisa memangkas beban memori pada komputer dengan RAM 8 GB. Mekanisme internal Windows 11 sebenarnya memanfaatkan memori menganggur untuk mempercepat pengolahan data aplikasi secara otomatis. Fitur SysMain akan menyimpan cache aplikasi yang sering dibuka ke dalam ruang memori Standby komputer.

Data dalam cache ini akan dibuang seketika saat sistem membutuhkan memori untuk tugas lain. Masalah beban memori justru timbul akibat aplikasi berbasis web dan elemen antarmuka yang kurang efisien. Aplikasi seperti Teams, Discord, dan WhatsApp berbasis web terbukti mengonsumsi RAM dalam jumlah besar. Aplikasi WhatsApp dan aplikasi lain bahkan bisa menghabiskan RAM hingga 1,5 GB saat kondisi diam.

Komponen WebView2 dan Chromium pada sistem terus dioptimalkan agar dapat memangkas penggunaan memori yang berlebihan. Uji coba fitur pendorong prosesor pada versi Insider mampu membuat komputer berusia 10 tahun terasa baru. Tim pengembang menjanjikan peningkatan kecepatan booting serta efisiensi performa pada perangkat berkapasitas RAM 8 GB. Perubahan ini menjadi langkah penting Microsoft dalam menyesuaikan sistem operasi dengan dinamika pasar memori.

sumber: WindowsLatest

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *