Kioxia dan Sandisk Pamerkan BiCS10 3D QLC NAND, Terpadat Dunia

Kioxia bersama Sandisk resmi memperkenalkan perangkat memori flash terbaru mereka di ajang Future of Memory and Storage Conference. Produk bernama BiCS10 3D QLC NAND itu diklaim memiliki densitas areal terpadat di dunia saat ini. Angka yang dicapai mencapai 37 gigabit per milimeter persegi. Angka ini melampaui rekor sebelumnya yang juga dipegang kedua perusahaan.

Perangkat baru tersebut memakai 332 lapisan aktif di dalam strukturnya. Interface yang digunakan mampu mencapai kecepatan hingga 4.800 MT/s. Fitur separate command address turut disertakan untuk mendukung performa yang lebih baik. Kapasitas pasti chip belum diungkapkan secara resmi oleh kedua pihak.

Teknologi ini dikembangkan khusus untuk solid state drive kelas pusat data. Fokus utamanya adalah kapasitas tinggi sekaligus kinerja yang memadai. Pengguna data center membutuhkan penyimpanan padat agar ruang fisik tetap efisien. Kecepatan interface tinggi membantu menjaga performa saat data dibaca atau ditulis secara massal.

Sebelumnya Kioxia dan Sandisk sudah merilis versi BiCS10 TLC dengan densitas lebih dari 29 gigabit per milimeter persegi. Versi QLC terbaru ini menaikkan angka tersebut secara signifikan. Proses manufaktur yang sama memungkinkan biaya produksi lebih rendah ketika yield mencapai target. Hasilnya perusahaan bisa menawarkan SSD berkapasitas sangat besar dengan harga lebih kompetitif.

Untuk menekan konsumsi daya kedua perusahaan menerapkan teknik power isolated low tapped termination. Metode ini mengurangi daya yang dipakai driver keluaran berkecepatan tinggi. Integritas sinyal tetap terjaga meskipun daya lebih hemat. Fitur tersebut penting karena pusat data selalu berusaha memangkas biaya listrik.

Alper Ilkbahar selaku chief technology officer Sandisk memberi pernyataan resmi mengenai inovasi ini. Ia menekankan bahwa generasi kesepuluh BiCS QLC mampu meningkatkan densitas bandwidth dan efisiensi energi sekaligus. Teknologi tersebut membuka fondasi baru bagi infrastruktur penyimpanan generasi berikutnya. Pernyataan itu menegaskan arah pengembangan yang jelas menuju aplikasi skala besar.

Target utama tetap pada solid state drive yang melayani beban kerja kecerdasan buatan dan pusat data. Apakah chip sejenis akan masuk ke produk konsumen dalam waktu dekat masih belum pasti. Kedua perusahaan belum memberikan jadwal peluncuran produk akhir yang menggunakan BiCS10 QLC. Pasar masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan massal.

Densitas tinggi memberikan keunggulan kompetitif yang cukup nyata di industri memori. Tabel perbandingan yang beredar menunjukkan angka 37 gigabit per milimeter persegi unggul atas kompetitor. Samsung Micron dan SK hynix masih berada di bawah level tersebut pada generasi terkini mereka. Keunggulan densitas ini menjadi salah satu alasan utama mengapa teknologi QLC semakin diminati.

Pengembangan bersama antara Kioxia dan Sandisk sudah berlangsung lama melalui platform BiCS. Setiap generasi baru selalu membawa peningkatan lapisan dan kecepatan interface. Kali ini lompatan densitas menjadi sorotan utama karena langsung memecahkan rekor. Industri penyimpanan flash diperkirakan akan terus berlomba menaikkan angka densitas di tahun depan.

Para pengamat menilai langkah ini memperkuat posisi kedua perusahaan di segmen data center. Kapasitas per chip yang lebih besar berarti jumlah drive yang dibutuhkan bisa berkurang. Efisiensi ruang dan daya menjadi nilai jual yang menarik bagi operator pusat data. Namun detail harga dan volume produksi masih menunggu pengumuman lanjutan.

sumber: Kioxia

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *