Industri komputer global saat ini sedang menghadapi tekanan besar akibat kenaikan harga komponen memori yang cukup drastis. Dua raksasa teknologi yaitu Intel dan AMD memberikan peringatan keras mengenai penurunan proyeksi penjualan unit komputer. Kondisi pasar yang tidak menentu ini membuat para pembuat perangkat keras memangkas target pertumbuhan pendapatan mereka. Para analis keuangan mulai melihat potensi gangguan rantai pasok yang dapat bertahan dalam kurun waktu panjang.
Pemimpin eksekutif Intel Lip-Bu Tan mengungkapkan bahwa krisis memori yang parah telah menekan permintaan pasar komputer. Laporan keuangan Intel pada kuartal 3 2026 menunjukkan total pendapatan perusahaan mencapai angka 16,513 miliar dolar. Angka pendapatan tersebut sebenarnya mengalami kenaikan sebesar 21 persen jika dibandingkan dengan periode tahun lalu. Namun pihak manajemen Intel memproyeksikan penurunan pendapatan pada kuartal 4 2026 mendatang secara signifikan.
Perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal 4 2026 berada di kisaran 15 miliar hingga 16 miliar dolar. Penurunan pendapatan bisnis komputer Intel pada kuartal 4 2026 tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar 20 persen. Tekanan pasar yang cukup berat ini langsung direspons negatif oleh pasar saham Wall Street pekan ini. Lembaga keuangan Goldman Sachs langsung memangkas target harga saham Intel dari 150 dolar menjadi 100 dolar.
Pemotongan target harga saham Intel oleh Goldman Sachs tersebut mencapai persentase penurunan sebesar 33,3 persen. Goldman Sachs menilai bahwa penumpukan inventaris dan tingginya biaya komponen memori menjadi faktor utama penurunan tersebut. Konsumen saat ini cenderung menunda pembelian perangkat baru karena lonjakan harga komponen komputer di pasaran. Ketidakpastian ekonomi ini diprediksi membuat pasar komputer pribadi kesulitan untuk bangkit dalam kurun waktu dekat.
Peringatan serupa juga disampaikan oleh pimpinan eksekutif AMD Lisa Su pada panggilan konferensi baru-baru ini. Pihak AMD memproyeksikan penurunan pengiriman unit komputer hingga persentase dua digit pada tahun 2027 mendatang. Penyebab utama penurunan pasar pada tahun 2027 tersebut adalah tingginya biaya produksi dan pasokan memori. Sektor bisnis komputer konsumsi harian dan komponen komputer rumah tangga merasakan dampak paling berat saat ini.
Pendapatan bisnis gim AMD juga mengalami penurunan drastis sebesar 40 persen menjadi hanya 773 juta dolar. Meskipun pendapatan sektor pusat data tetap kuat namun pertumbuhan bisnis konsumen desktop masih terus terhambat. Kelangkaan pasokan memori membuat produsen kesulitan menawarkan perangkat komputer dengan kisaran harga yang lebih terjangkau. Kondisi persaingan pasar mikroprosesor dan memori pada beberapa tahun ke depan diprediksi menjadi semakin ketat.
Tantangan biaya manufaktur komponen ini membuat produsen harus memikirkan strategi penjualan baru untuk pasar global. Beberapa pengamat industri melihat bahwa kenaikan harga perangkat keras tidak dapat dihindari oleh konsumen. Kondisi ini berpotensi memperlambat laju adopsi teknologi komputer modern di berbagai negara berkembang saat ini. Pasar perangkat komputer diperkirakan akan tetap berada dalam fase penyesuaian harga sampai tahun 2027.
Penggunaan memori canggih pada server kecerdasan buatan turut menyedot sebagian besar pasokan komponen dunia. Dampaknya industri komputer pribadi harus berebut jatah kapasitas produksi memori yang jumlahnya terbatas tersebut. Kondisi persaingan ketat pasokan komponen ini memaksa harga jual akhir produk komputer menjadi semakin mahal. Banyak calon pembeli menahan rencana upgrade sistem mereka karena keterbatasan anggaran yang mereka miliki.
Pengguna saat ini lebih memilih memaksimalkan perangkat lama atau beralih menggunakan smartphone harian mereka. Perilaku konsumen tersebut secara langsung berdampak pada penurunan volume pengiriman produk komputer secara global. Pabrikan komputer kini harus lebih cerdas dalam mengatur rantai pasok agar dapat mempertahankan margin. Tekanan ekonomi global ini menjadi ujian terberat bagi industri pembuat komponen utama komputer dunia.
Para analis menyimpulkan bahwa pemulihan pasar komputer kemungkinan besar tidak terjadi dalam waktu dekat. Proyeksi penurunan pasar hingga 2027 menandakan periode ketidakpastian yang masih akan terus berlangsung lama. Intel dan AMD tetap optimistis sektor data center mampu menopang pendapatan bisnis mereka mendatang. Perkembangan strategi kedua raksasa teknologi ini patut dicermati oleh para pelaku industri secara cermat.
sumber: TheStreet
