HP, Asus, dan Acer Bakal Gunakan Memori CXMT

Tiga produsen komputer raksasa dunia mulai mengambil langkah tidak biasa untuk menjaga kelancaran produksi laptop mereka. Merek ternama seperti HP, Asus, dan Acer kini mulai beralih menggunakan chip memori buatan produsen Tiongkok. Keputusan ini diambil demi menghadapi krisis kelangkaan komponen memori yang terjadi secara tidak menentu belakangan ini. Laporan terbaru dari Nikkei Asia menyebutkan bahwa komponen ini dipasang pada lini laptop dalam jumlah sangat terbatas.

Perusahaan yang menjadi pemasok alternatif tersebut adalah ChangXin Memory Technologies atau yang dikenal luas sebagai CXMT. Para pembuat PC memanfaatkan komponen DRAM buatan CXMT khusus untuk unit yang dijual di luar Amerika Serikat. Penggunaan komponen tersebut telah melewati tahap pengujian kualitas teknis pada pertengahan tahun ini. Integrasi ini menjadi tanda bahwa produsen besar mulai melirik teknologi memori Tiongkok untuk lini produk utama.

Krisis kelangkaan pasokan memori global ini dipicu oleh lonjakan besar dalam industri pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan. Pusat data AI membutuhkan alokasi komponen memori yang sangat besar untuk mendukung kapasitas proses komputasi harian. Produsen chip memori terkemuka seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron akhirnya mengalihkan alokasi produksi mereka. Mereka lebih memprioritaskan pembuatan memori tingkat tinggi untuk kebutuhan AI daripada memori laptop biasa bagi konsumen.

Vivobook S14 OLED M3407GA

Beralihnya prioritas para raksasa komponen membuat pasokan memori untuk perangkat konsumen menjadi sangat langka dan mahal. Produsen laptop terpaksa mencari jalan keluar lain agar lini produksi mereka tidak berhenti beroperasi sepenuhnya. Langkah beralih ke CXMT menjadi solusi praktis untuk menjaga kestabilan ketersediaan laptop di pasar internasional. Meskipun demikian, jumlah komponen buatan Tiongkok yang dipakai saat ini masih tergolong dalam skala kecil.

Para produsen PC sengaja bersikap sangat hati-hati agar tidak merugikan kemitraan bisnis dengan pemasok utama mereka. Kemitraan jangka panjang dengan Samsung, Micron, dan SK Hynix tetap menjadi pilar utama pasokan industri komputasi. Selain masalah kemitraan, ada pula pertimbangan geopolitik yang membuat pabrikan harus melangkah dengan sangat waspada. Lembaga pemerintah Amerika Serikat diketahui terus memantau perkembangan pesat industri semikonduktor dari Tiongkok.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat sebelumnya telah mencantumkan nama CXMT ke dalam daftar perusahaan terafiliasi militer. Anggota parlemen di Washington bahkan sedang gencar mendorong agar perusahaan Tiongkok tersebut dimasukkan ke daftar hitam. Hambatan regulasi tersebut membuat laptop dengan chip CXMT sama sekali tidak dimasukkan ke pasar Amerika Serikat. Penjualan produk tersebut hanya difokuskan untuk kawasan lain yang memiliki aturan perdagangan lebih terbuka.

HP HyperX OMEN 15

Bagi CXMT sendiri, keberhasilan memasok komponen ke merek internasional merupakan pencapaian penting dalam sejarah bisnis mereka. Selama ini, pabrikan Tiongkok tersebut lebih banyak melayani pesanan dari pasar domestik seperti perusahaan Huawei. Kesempatan ini memberikan jalan bagi mereka untuk membuktikan kualitas produk di kancah persaingan global. Namun, kapasitas produksi mereka juga masih harus diprioritaskan untuk memenuhi lonjakan permintaan dalam negeri Tiongkok.

Pihak Acer menjadi satu-satunya produsen yang memberikan tanggapan resmi mengenai laporan yang beredar luas ini. Manajemen Acer menyatakan selalu berkomunikasi erat dengan berbagai produsen global untuk menjaga rantai pasokan mereka. Langkah fleksibel tersebut penting untuk mengantisipasi dinamika perubahan harga komponen perangkat keras yang fluktuatif. Di sisi lain, perwakilan dari HP dan Asus memilih untuk tidak memberikan tanggapan atas laporan ini.

Kelangkaan komponen memori ini turut membayangi harga jual berbagai perangkat elektronik di pasar eceran global. Harga jual laptop hingga perangkat smartphone diperkirakan berpotensi merangkak naik jika krisis pasokan terus berlanjut. Meskipun rincian harga eceran resmi belum dirilis, biaya produksi manufaktur dipastikan membengkak akibat kelangkaan ini.

Sumber: Tomshardware

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *