Pasar laptop murah kini semakin memanas dengan kehadiran perangkat terbaru berbasis Intel Wildcat Lake di Tiongkok. Kehadiran produk baru ini menjadi sinyal perang terbuka bagi dominasi Apple MacBook Neo yang belum lama meluncur. Banyak manufaktur global mulai memanfaatkan arsitektur anyar ini untuk menghadirkan komputasi andal dengan harga yang bersahabat.
Apple sebelumnya sempat mencuri perhatian lewat MacBook Neo yang dijual dengan harga ramah kantong sekitar 599 dolar AS. Namun, jajaran laptop berbasis Intel Wildcat Lake datang membawa tawaran spesifikasi yang jauh lebih menggiurkan konsumen. Produk baru ini berani memberikan kapasitas memori serta ruang penyimpanan dua kali lipat lebih besar dari rivalnya.
Strategi matang ini membuat perangkat Windows terbaru memiliki daya tarik yang sangat kuat di kelas entri. Laptop Windows tersebut rata-rata membawa memori RAM sebesar 16GB dan media penyimpanan bertipe SSD sebesar 512GB. Sementara itu, MacBook Neo varian standar hanya dilengkapi memori RAM 8GB serta kapasitas penyimpanan sebesar 256GB.
Sektor dapur pacu jajaran laptop murah ini mengandalkan performa dari prosesor tangguh Intel Core 5 320. Komponen mutakhir ini memiliki konfigurasi 6 core yang terdiri dari 2 performance core dan 4 efficiency core. Arsitektur hybrid tersebut dirancang khusus untuk memberikan efisiensi daya maksimal tanpa mengorbankan performa komputasi harian Anda.
Kemampuan prosesor baru ini diklaim mampu menyamai kehebatan chipset Apple A18 Pro milik MacBook Neo di pasar. Keunggulan RAM komputasi yang lebih lega membuat laptop Intel ini berpotensi unggul saat menangani beban kerja berat. Pengguna bisa menjalankan banyak aplikasi secara bersamaan dengan jauh lebih lancar tanpa kendala lag yang mengganggu.
Beberapa merek besar seperti Honor, Asus, dan HP tercatat sudah mendaftarkan produk baru mereka di pasar Tiongkok. Honor meluncurkan varian Notebook X14 2026 Combat Edition dengan harga jual yang cukup kompetitif di kelasnya. Perangkat tipis buatan Honor tersebut ditawarkan ke publik dengan harga sekitar 650 dolar AS termasuk beban pajak.
Produsen ternama Asus juga tidak mau ketinggalan dengan merilis seri Fearless 14SE 2026 untuk menjaring konsumen muda. Laptop andalan Asus ini dipasarkan secara resmi di Tiongkok dengan label harga sekitar 675 dolar AS saja. Konsumen mendapatkan alternatif perangkat portabel berkualitas tinggi dengan dukungan ekosistem komponen Windows yang sudah sangat familier.
Sementara itu, HP ikut meramaikan persaingan pasar lewat produk premium mereka yang diberi nama OmniBook 3. Komputer jinjing besutan HP ini dijual dengan harga sedikit lebih tinggi yaitu sekitar 750 dolar AS saja. Nilai jual tersebut dinilai masih sangat masuk akal mengingat kualitas rancangan bodi yang ditawarkan sangat kokoh.
Menariknya, harga produk yang beredar di pasar Tiongkok tersebut sudah termasuk beban pajak pertambahan nilai sebesar 13 persen. Jika masuk ke pasar global tanpa pajak tinggi tersebut, harga perangkat ini tentu bisa menjadi lebih murah. Langkah agresif manufaktur ini diprediksi akan mengubah peta persaingan komputer jinjing ramah kantong secara global.
Sumber: PCMag

