Pasar smartphone kelas menengah selalu menjadi arena pertarungan yang sengit bagi para produsen teknologi dunia. Tahun ini Samsung kembali menggebrak pasar dengan meluncurkan jagoan terbarunya yaitu Samsung Galaxy A57 5G. Perangkat ini hadir untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang semakin lekat dengan gaya hidup digital yang sangat dinamis.
Sejak pertama kali diperkenalkan, seri A dari Samsung selalu berhasil memikat hati konsumen yang mencari keseimbangan antara harga dan kualitas produk. Kini melalui kehadiran Galaxy A57 5G, Samsung mencoba menaikkan standar smartphone kelas menengah ke tingkat yang lebih tinggi. Perubahan signifikan pada produk ini tidak hanya terlihat dari tampilan luarnya saja melainkan juga mesin pemrosesan internal yang dibawanya.
Galaxy A57 bukan sekadar upgrade biasa dari seri A sebelumnya. Samsung membekali perangkat ini dengan chipset Exynos 1680 berbasis 4nm yang menjanjikan efisiensi daya lebih baik dan performa yang lebih stabil. Ditambah dengan layar Super AMOLED 120Hz dan kamera utama 50MP dengan OIS, smartphone ini siap bersaing di kelasnya.
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah komitmen Samsung untuk memberikan update sistem operasi hingga 6 generasi ke depan. Ini berarti Galaxy A57 akan tetap relevan dan mendapatkan fitur terbaru hingga beberapa tahun mendatang. Bagi Anda yang berencana menggunakan smartphone dalam jangka panjang, ini adalah nilai tambah yang sangat signifikan.
Spesifikasi Samsung Galaxy A57
Sebagai informasi, review cepat dari Samsung Galaxy A57 ini memang saya lakukan pada saat acara hands-on yang diadakan pada hotel Discovery pada tanggal 7 April 2026. Oleh karena itu, perangkat ini memang hanya saya pegang sekitar 4 jam saja. Unit yang saya dapatkan untuk review Samsung Galaxy A57 5G kali ini memiliki spesifikasi sebagai berikut.
| Spesifikasi | Samsung Galaxy A57 5G |
| SoC | Samsung Exynos 1680 |
| CPU | 1 x 2,9 GHz Cortex-720 + 4 x 2,6 GHz Cortex-720 + 3 x 1,95 GHz Cortex-520 |
| GPU | Xclipse 550 |
| RAM | 8 GB LPDDR5 |
| Internal | 128 GB UFS 3.1 |
| Layar | 6,7 inci 2340 × 1080 120 Hz Super AMOLED+ Gorilla Glass Victus+ |
| Dimensi | 161,5 x 76,8 x 6,9 mm |
| Bobot | 179 gram |
| Baterai | 5000 mAh 45 watt |
| Kamera | 50/12 MP utama, 12 MP MP Ultrawide, 5 MP Macro, 12 MP Selfie |
| OS | Android 16 OneUI 8.5 |
Desain
Samsung Galaxy A57 hadir dengan desain yang elegan dan modern, mempertahankan bahasa desain khas seri Galaxy A yang sudah dikenal banyak pengguna. Varian Awesome Lilac yang kami review menampilkan warna ungu muda yang lembut dengan finishing glossy yang memantulkan cahaya dengan indah. Back case menggunakan material glass yang memberikan kesan premium saat dipegang, meskipun perlu diperhatikan bahwa permukaan ini cukup rentan terhadap sidik jari.
Modul kamera di bagian belakang mengikuti desain kontinyu yang sudah menjadi ciri khas Samsung dalam beberapa generasi terakhir. Tiga lensa kamera disusun secara vertikal di pojok kiri atas tanpa adanya pulau kamera yang menonjol terlalu besar. Desain ini membuat tampilan belakang terlihat lebih rapi dan bersih dibandingkan smartphone lain di kelasnya yang masih menggunakan modul kamera besar.
Sektor visual gadget ini sungguh memanjakan pandangan mata berkat penerapan panel layar super jernih berjenis Super AMOLED Plus. Panel layarnya memiliki resolusi tajam Full HD Plus atau 2340 x 1080 piksel yang sanggup menampilkan tingkat kecerahan maksimal menyentuh angka 1900 nits. Untuk memberikan proteksi layar yang aman, bagian depan perangkat ini sudah berlapis kaca kuat Corning Gorilla Glass Victus Plus. Sistem keamanannya dirancang sangat canggih dengan meletakkan titik pemindai sidik jari optikal langsung tertanam di dalam layar serta ditemani dukungan teknologi pemindai wajah yang sangat kilat merespons input.
Untuk konektivitas, Galaxy A57 dilengkapi dengan port USB Type-C di bagian bawah yang mendukung pengisian daya cepat. Di samping port tersebut terdapat speaker utama dan mikrofon. Tombol power dan volume ditempatkan di sisi kanan dengan taktil feedback yang cukup baik. Sayangnya, jack audio 3.5mm tidak hadir di smartphone ini, sehingga Anda perlu menggunakan adapter atau earphone wireless.
Galaxy A57 menjalankan sistem operasi Android 16 dengan antarmuka One UI 8.5 yang sudah dioptimalkan untuk perangkat ini. Beberapa fitur unggulan termasuk Mode Malam untuk fotografi low-light, Game Booster untuk pengalaman gaming lebih baik, dan Samsung DeX untuk produktivitas. Interface One UI dikenal dengan kemudahan penggunaan dan kustomisasi yang luas.
Kamera
Samsung Galaxy A57 mengusung konfigurasi kamera triple di bagian belakang dengan sensor utama 50MP yang dilengkapi Optical Image Stabilization. Lensa utama memiliki aperture f/1.8 yang memungkinkan lebih banyak cahaya masuk untuk hasil foto lebih terang. Kamera ultrawide 12MP dengan aperture f/2.2 memberikan sudut pandang lebih luas untuk landscape dan grup foto. Sensor makro 5MP melengkapi trio kamera untuk fotografi jarak dekat.
Kualitas foto dari kamera utama sangat memuaskan untuk kelas mid-range. Detail yang dihasilkan cukup tajam dengan dynamic range yang baik dalam kondisi cahaya cukup. Warna yang dihasilkan cenderung natural tanpa over-saturation yang sering ditemukan di smartphone lain.
Kamera ultrawide 12MP memberikan hasil yang cukup baik meskipun ada penurunan detail dibandingkan kamera utama. Distorsi di tepi frame masih terlihat namun tidak terlalu mengganggu untuk penggunaan casual. Lensa ini sangat berguna untuk menangkap pemandangan luas atau arsitektur dalam satu frame. Kamera yang ini juga memiliki rentang dinamis yang cukup rendah dibandingkan kamera utamanya.
Kamera depan 32MP dengan aperture f/2.2 menghasilkan selfie yang detail dengan warna kulit yang natural. Mode portrait pada kamera depan memberikan efek bokeh yang cukup halus untuk memisahkan subjek dari background.
Review Kinerja Samsung Galaxy A57
Smartphone tipis ini ditenagai oleh cip prosesor Exynos 1680 berfabrikasi 4 nanometer yang berbagi tugas bersama pengolah grafis terintegrasi Xclipse 550. Chip ini sendiri sudah menggunakan prosesor terbaru dari ARM dengan sebuah CPU Cortex-720 berkecepatan 2,9 GHz, 4 core Cortex-720 dengan clock 2,6 GHz, serta 3 core Cortex-520 berkecepatan 1,95 GHz.
Untuk memeriksa kinerjanya, saya menggunakan beberapa benchmark yang bisa dilihat sebagai berikut
Sayangnya, sangat singkatnya pengujian membuat saya tidak bisa melakukan tes baterai secara mendalam. Perangkat ini sendiri menjadi yang pertama dari seri A yang mendukung pengisian daya 45 watt. Tentu saja akan membuat pengisian ulangnya menjadi lebih cepat. Secara teoritis, baterai seharusnya bisa terisi penuh dalam waktu kurang lebih 1 jam.
Kesimpulan
Samsung Galaxy A57 merupakan smartphone mid-range yang menawarkan paket lengkap dengan harga yang kompetitif di tahun 2026. Kombinasi layar Super AMOLED 120Hz, kamera 50MP OIS, dan baterai 5000mAh menjadikannya pilihan solid untuk berbagai kebutuhan. Performa Exynos 1680 cukup tangguh untuk multitasking dan gaming casual tanpa masalah berarti.
Namun perlu diingat bahwa beberapa fitur seperti charging 45W memerlukan pembelian charger terpisah dan tidak ada jack audio 3.5mm. Jika Anda bisa menerima kekurangan tersebut, Galaxy A57 adalah smartphone mid-range yang sangat direkomendasikan untuk dibeli di tahun 2026.
Bagi Anda yang mencari smartphone dengan update jangka panjang, komitmen Samsung untuk 6 tahun update OS menjadi nilai jual utama. Desain premium dengan material glass dan sertifikasi IP68 memberikan kesan flagship pada perangkat mid-range ini. Harga sekitar Rp7.599.000 untuk varian 8GB + 128GB menawarkan value for money yang baik.
Pros
- Jaminan update OS hingga 6 kali
- Kinerja Exynos 1680 yang cukup kencang untuk midrange
- Hasil kamera utama yang cukup bagus
- Desain tipis yang cantik
- Sudah mendukung pengisian daya 45 watt
Cons
- Paket penjualan tanpa charger
- Hasil kamera ultrawide yang kurang

















Wkwk baru ngeh ternyata Exynos 1680 udah pake core A720 😱. Gila sih, performanya pasti naik banget. Kayaknya nggak bisa ditahan lagi, waktunya upgrade hape …
Kak, pakenya OneUI 8.0 apa 8.5 sih?
A57 menggunakan OneUI 8.5 … terima kasih atas koreksinya