5 Alasan Kenapa Moto Pad 60 Pro Bisa Gantikan Laptop Kerja

Pernahkah kamu merasa punggung pegal luar biasa hanya karena membawa tas ransel seharian? Bagi para mahasiswa tingkat akhir, pekerja kreatif, atau digital nomad, membawa laptop kemana-mana sudah menjadi “kewajiban” yang menyiksa. Laptop konvensional, sekuat apapun performanya, seringkali hadir dengan bobot yang memberatkan dan adaptor charger yang menambah beban, membuat mobilitas menjadi terbatas dan tidak praktis.

Belum lagi masalah fleksibilitas ruang kerja. Saat harus bekerja di meja kafe yang sempit atau di kursi kereta, laptop seringkali memakan tempat. Engsel yang terbatas dan form factor clamshell membuat kita kesulitan mendapatkan angle yang nyaman untuk sekadar membaca dokumen panjang atau melakukan revisi cepat. Alih-alih produktif, kita malah sibuk mencari posisi duduk yang enak agar tidak kram.

Kendala ketiga adalah keterbatasan interaksi. Di era digital yang serba visual ini, mouse dan trackpad seringkali terasa kaku untuk menuangkan ide. Saat inspirasi datang dan kita butuh membuat sketsa cepat, anotasi jurnal PDF, atau mind mapping, kita terpaksa kembali ke kertas dan pulpen, lalu memindainya lagi ke laptop. Proses kerja menjadi terputus, tidak efisien, dan membuang waktu berharga hanya untuk memindahkan data antar medium.

Namun, stigma bahwa “tablet tidak bisa menggantikan laptop” kini mulai terpatahkan. Moto Pad 60 Pro hadir bukan sekadar sebagai perangkat pelengkap, melainkan sebuah perangkat bekerja yang memiliki kinerja tinggi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa spesifikasi perangkat ini siap menggantikan laptop kerja kamu.

1. Layar 3K Seluas Laptop Ultrabook

Salah satu alasan utama orang enggan beralih ke tablet adalah ukuran layar yang kekecilan. Moto Pad 60 Pro menjawab ini dengan panel seluas 12.7 inci. Secara teknis, ukuran ini sudah masuk ke teritori laptop ultrabook, memberikan ruang pandang yang luas untuk multitasking.

Resolusi yang ditawarkan mencapai 3K, jauh lebih tajam dibanding rata-rata layar laptop FHD (1080p). Bagi para desainer atau penikmat konten visual, ketajaman ini krusial. Ditambah lagi dengan refresh rate 144Hz , pengalaman scrolling ribuan baris data, coding, atau dokumen skripsi akan terasa jauh lebih mulus (smooth) dan minim motion blur dibandingkan layar laptop standar yang biasanya terkunci di 60Hz.

Saya menggunakan perangkat ini untuk membuat artikel saat sedang berada di sebuah cafe. Tentu saja, pengalaman pembuatan artikel hampir tidak berbeda dengan saat menggunakan laptop.

2. Prosesor Kencang: MediaTek Dimensity 8300

Moto Pad 60 Pro ditenagai oleh MediaTek Dimensity 8300. Berdasarkan pengujian sintetis, System on Chip (SoC) ini mampu mencetak skor AnTuTu 11 hingga 1.5 Juta poin.

Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Dalam penggunaan nyata, performa level flagship ini memastikan stabilitas saat menjalankan aplikasi berat atau multitasking intensif. Kamu bisa melakukan riset di browser dengan puluhan tab, sembari membuka aplikasi dokumen, tanpa mengalami lag atau stuttering. Ini adalah performa “Pro” yang dibutuhkan untuk manajemen workflow yang serius.

Saat ingin bermain game, perangkat ini juga bisa diandalkan. Bermain game berat seperti Genshin Impact atau When Winds Meet pada perangkat ini akan lebih lancar dibandingkan tablet sejenis yang ada di pasaran.

3. Dukungan Keyboard, Mouse, dan Pen

Sebuah workstation modern harus mendukung input yang presisi. Di sinilah keunggulan teknis Moto Pad 60 Pro terlihat kontras dengan kompetitor atau laptop touchscreen biasa. Paket penjualannya sudah menyertakan Moto Pen Pro secara gratis (in-box).

Stylus ini bukan sekadar aksesoris, melainkan alat presisi untuk sketsa, mencatat (note-taking), dan navigasi antarmuka. Hal ini juga akan membuat para pengguna bisa menggambar seperti layaknya di sebuah kertas.

Dengan dukungan AI Tools with Google, interaksi menjadi lebih cerdas. kamu bisa mengubah tulisan tangan menjadi teks digital, menerjemahkan, atau meriset materi langsung dari coretan ide tanpa harus berpindah aplikasi. Integrasi hardware dan software ini menciptakan alur kerja (workflow) yang tidak bisa ditawarkan oleh kombinasi laptop + mouse biasa.

4. Baterai Kapasitas Jumbo 10.200mAh

Kelemahan terbesar laptop performa tinggi adalah daya tahan baterai yang seringkali hanya bertahan 4-6 jam pemakaian berat. Moto Pad 60 Pro menyematkan baterai berkapasitas masif 10.200mAh. Kapasitas ini dirancang untuk mendukung produktivitas sepanjang hari (all-day productivity).

Jika kamu kehabisan daya di tengah deadline, teknologi pengisian daya 45W Fast Charging (Turbo Power) memastikan perangkat cepat terisi kembali dan siap digunakan dalam waktu 1 jam 20 menit. Secara teknis, efisiensi daya pada arsitektur ARM di chipset Dimensity 8300 juga jauh lebih baik dalam menahan panas dan konsumsi daya dibandingkan prosesor x86 pada laptop umumnya.

5. Konektivitas dan Audio Kelas Studio

Moto Pad 60 Pro dilengkapi dengan Quad JBL Speakers yang didukung teknologi Dolby Atmos. Ini memberikan output audio spasial yang jernih dan bertenaga untuk online meeting ataupun hiburan, seringkali lebih baik daripada speaker laptop standar yang terdengar “cempreng”. Tentunya mendengarkan musik dan menonton film seperti di Netflix akan semakin menggelegar karena detail suara yang sangat baik.

Selain itu, fitur Smart Connect memungkinkan sinkronisasi mulus dengan perangkat lain, mempermudah perpindahan file lintas device. Ditambah kamera 13MP dengan autofocus serta kamera depan 8 MP, tablet ini menjadi alat dokumentasi visual yang jauh lebih baik dibanding webcam laptop yang biasanya memiliki resolusi rendah. Hal tersebut tentu saja bisa dibuktikan saat meeting online dengan menggunakan aplikasi seperti Zoom atau Google Meet.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *