Synology Press Event 2026: Soroti Infrastruktur Data Indonesia & AI

Tren penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI di Indonesia kini terus mengalami peningkatan yang sangat pesat. Acara Synology Press Event 2026 digelar di Four Seasons Jakarta pada 13 Oktober 2026. Perusahaan teknologi ini memaparkan pentingnya kesiapan infrastruktur untuk mendukung operasional bisnis modern berbasis AI. Clara Hsu menyatakan bahwa adopsi AI harus diimbangi oleh sistem perlindungan data yang andal.

Lonjakan penggunaan AI membuat volume data perusahaan membengkak dalam waktu yang tergolong singkat. Menurut data Gartner, nilai belanja AI secara global meroket hingga 44 % mencapai 2,6 triliun USD. Investasi besar ini otomatis berdampak langsung pada kebutuhan kapasitas media penyimpanan yang jauh lebih efisien.

Hasil survei internal Synology menunjukkan bahaya inefisiensi yang mengintai berbagai perusahaan di tanah air. Sebanyak 88 % responden lokal mengaku sangat mengkhawatirkan masalah penumpukan serta duplikasi data AI. Kondisi tersebut membuktikan bahwa menambah ruang simpan saja tidak cukup untuk menyelesaikan masalah utama. Perusahaan membutuhkan perangkat keras yang mampu menjaga performa tinggi secara konsisten dan berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Synology meluncurkan lini produk penyimpanan kelas enterprise seperti seri PAS7700. Perangkat ini memanfaatkan teknologi NVMe dengan pengontrol ganda aktif pertama dari produsen tersebut. Arsitektur canggih ini dirancang khusus untuk menangani beban kerja kritis tanpa memicu adanya hambatan.

Joshua Nathanael menjelaskan pentingnya pengelolaan data pintar untuk menghemat biaya operasional perusahaan. Fitur Synology Tiering dan reduksi data pada sistem DSM 7,4 dapat menghapus duplikasi yang mubazir. Teknologi ini secara otomatis mengatur penempatan berkas berdasarkan tingkat frekuensi akses pengguna sehari-hari. Efisiensi ruang simpan menjadi krusial di tengah lonjakan harga komponen memori secara global.

Selain masalah kapasitas, ancaman siber seperti serangan ransomware juga menjadi perhatian sangat serius. Hanya sekitar 2 dari 10 perusahaan di Indonesia yang merasa yakin mampu pulih dengan cepat. Sebagian besar pelaku usaha belum memiliki pertahanan yang terisolasi dari lingkungan produksi utama.

Oleh sebab itu, strategi cadangan data terpisah menjadi syarat mutlak dalam membangun ketahanan siber. Synology memperkenalkan perangkat khusus ActiveProtect DP5200 berukuran ringkas 1U untuk memusatkan perlindungan. Solusi ini mengusung teknologi immutable backup agar salinan data tidak dapat diubah atau dihapus peretas. Perangkat cadangan juga mendukung integrasi ke platform virtualisasi seperti Nutanix AHV dan Proxmox VE.

Di sisi produktivitas, pemanfaatan AI kerap terhalang oleh keraguan terhadap aspek privasi dan keamanan. Data menunjukkan 81 % pekerja di Indonesia menghabiskan lebih dari 2 jam seminggu untuk tugas manual. Bahkan sebanyak 36 % karyawan kedapatan menyita waktu hingga 5 jam untuk urusan dokumen biasa.

Ekosistem Synology Office Suite menawarkan solusi AI lokal tanpa perlu mengirim data ke server luar. Karyawan dapat membuat presentasi dan mengolah lembar kerja dengan kendali informasi yang tetap terjaga. Sementara pada pengawasan fisik, unit DVA7400 memanfaatkan AI untuk menganalisis rekaman kamera keamanan. Fitur pencarian cerdas memudahkan tim keamanan menemukan insiden tanpa harus memeriksa video secara manual.

Kesiapan infrastruktur menjadi fondasi utama agar adopsi teknologi AI dapat memberikan dampak bisnis nyata. Perusahaan harus memiliki kemampuan memulihkan sistem secara lancar sewaktu terjadi insiden tak terduga. Melalui ekosistem terpadu, Synology berkomitmen membantu pelaku usaha di Indonesia membangun ketahanan digital.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *