Platform pencegahan fraud berbasis teknologi AI kini semakin populer di pasar finansial Indonesia. SEON melaporkan pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan pada kawasan Asia Pasifik tahun ini. Perusahaan ini fokus membantu institusi keuangan lokal dalam menghadapi ancaman serangan siber global. Hal tersebut dikemukakan SEON pada saat melakukan media gathering di Signatures Kempinski pada tanggal 29 April 2026 lalu.
Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan mencapai angka US$120 miliar pada tahun 2026. Angka fantastis tersebut setara dengan nilai Rp2.040 triliun bagi pergerakan ekonomi nasional kita. Namun pertumbuhan pesat ini juga dibarengi dengan risiko kejahatan digital yang semakin kompleks. Data menunjukkan transaksi pembayaran digital mencapai 4,67 miliar kali pada bulan Februari lalu.
OJK melalui Anti Scam Centre telah menerima sekitar 448.442 laporan penipuan masyarakat. Pihak berwenang bahkan sudah memblokir sebanyak 415.385 akun yang terindikasi melakukan aksi kejahatan. Hal ini memicu permintaan tinggi terhadap sistem manajemen risiko yang lebih andal dan canggih.
SEON menyediakan solusi terpadu melalui sistem Fraud and AML Command Center bagi perbankan digital. Platform tersebut memungkinkan tim keamanan melakukan investigasi risiko dalam 1 sistem yang sangat praktis. Pengguna dapat menyesuaikan aturan sendiri tanpa harus menunggu bantuan dari tim pengembang teknologi luar. Infrastruktur data lokal juga telah dibangun demi mematuhi regulasi ketat dari pihak otoritas Indonesia.
Laporan terbaru SEON mengungkapkan bahwa penggunaan AI kini sudah mencapai angka 98% di organisasi. Sekitar 95% pemimpin industri merasa sangat percaya diri terhadap efektivitas teknologi cerdas tersebut sekarang. Ironisnya beban kerja justru tidak berkurang meskipun teknologi otomasi sudah diterapkan secara sangat luas.
Sebanyak 83% responden justru memprediksi kenaikan anggaran keamanan pada tahun 2026 yang akan datang. Sekitar 94% perusahaan berencana merekrut minimal 1 tenaga kerja baru untuk memperkuat tim keamanan. Masalah utama saat ini terletak pada sistem data yang masih terpisah 1 sama lain. Hal ini mengakibatkan proses deteksi ancaman menjadi lebih lambat daripada yang seharusnya diharapkan sebelumnya.
SEON akan menyelenggarakan acara bertajuk RiskTech Connect di Jakarta pada tanggal 28 April nanti. Pertemuan ini akan membahas cara memperkuat perlindungan nasabah dengan menggunakan dukungan teknologi kecerdasan buatan. Para pemimpin bidang risiko dan pembayaran digital akan berkumpul untuk mendiskusikan inovasi terbaru tersebut.
Penggunaan smartphone yang semakin masif mendorong pertumbuhan transaksi nontunai di berbagai wilayah tanah air. SEON membantu organisasi menavigasi regulasi lokal sambil terus memperluas jaringan mitra di kawasan regional. Kantor pusat operasional mereka tetap berada di Singapura untuk mendukung penuh seluruh klien di Indonesia. Perusahaan optimis pendapatan di pasar lokal akan tumbuh 2 kali lipat pada periode tahun depan.
Tamas Kadar menyatakan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar apakah AI bekerja baik. Keberhasilan perusahaan sangat bergantung pada integrasi data yang cepat dan efisien dalam operasional harian. Tanpa kesatuan sistem maka ancaman kejahatan digital akan selalu selangkah lebih maju daripada sistem perlindungan.
Perusahaan yang tumbuh pesat biasanya lebih awal dalam menerapkan sistem visibilitas data yang sangat terpadu. Mereka menganggap integrasi sistem sebagai infrastruktur dasar dan bukan sekadar proyek teknologi informasi biasa. Langkah strategis ini terbukti mampu menekan angka kerugian akibat penipuan transaksi secara lebih signifikan.
Ancaman pengambilalihan akun atau account takeover menjadi masalah yang paling sering dilaporkan saat ini. Selain itu penyalahgunaan promo dan penipuan pengembalian barang juga masih menghantui sektor ritel online. Para pelaku kejahatan terus mengembangkan teknik baru untuk mengelabui sistem keamanan yang masih bersifat tradisional. Oleh karena itu pemantauan transaksi secara real time menjadi kebutuhan mendesak bagi setiap platform digital.
Banyak ahli kini mulai memusatkan perhatian pada aspek tata kelola dan akuntabilitas teknologi kecerdasan buatan. Mayoritas perusahaan melihat AI sebagai alat pendukung kerja manusia dan bukan sebagai pengganti posisi karyawan. Fokus diskusi global sekarang mulai bergeser dari performa menuju tingkat kepercayaan terhadap sistem identitas digital.

