Samsung kembali menggebrak pasar teknologi dengan peluncuran Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 di acara Unpacked 2025 yang bertempat di Brooklyn, New York. Kedua perangkat lipat ini bukan sekadar pembaruan, melainkan lompatan besar dalam inovasi smartphone, menggabungkan kecerdasan buatan (AI) mutakhir, desain ramping, dan performa tangguh. Acara ini juga memperkenalkan Galaxy Watch8 series, memperkuat visi Samsung untuk ekosistem teknologi yang terhubung dan ramah lingkungan.
Galaxy Z Fold7, yang diklaim sebagai smartphone lipat tertipis dari Samsung, hadir dengan desain revolusioner. Mengusung engsel Armor FlexHinge yang lebih kecil dan kuat, smartphone ini menggunakan material titanium dan Corning Gorilla Glass Ceramic 2 untuk ketahanan ekstra. Layar utamanya telah disempurnakan dengan lapisan perekat baru, menjadikannya tipis namun kokoh. Kamera utama 200MP dengan sensor lebih besar menjanjikan foto beresolusi tinggi, sementara lensa ultra-wide dan telefoto telah dioptimalkan untuk bodi yang lebih ramping. Baterai yang dirombak ulang mendukung penggunaan seharian penuh, menjawab kebutuhan pengguna akan daya tahan.
Sementara itu, Galaxy Z Flip7 menawarkan pengalaman smartphone lipat yang lebih ringkas namun tak kalah canggih. Dengan layar 6,9 inci saat dibuka dan FlexWindow 4,1 inci yang lebih besar saat ditutup, smartphone ini memberikan fleksibilitas tinggi. Refresh rate 120Hz pada FlexWindow memastikan tampilan mulus, sementara bezel yang dipangkas 68% membuatnya lebih luas. Kamera 50MP dengan ProVisual Engine menghasilkan foto dan video yang tajam, didukung fitur seperti Instant Slow-mo untuk momen sinematik. Samsung juga memperkenalkan Galaxy Z Flip7 FE, varian lebih terjangkau dengan kamera 50MP dan Galaxy AI, mulai dari harga $899.
Keduanya menjalankan One UI 8 berbasis Android 16, dirancang khusus untuk memaksimalkan pengalaman AI. Keduanya juga menggunakan SoC Snapdragon 8 Elite for Galaxy. Galaxy AI menjadi sorotan utama, bertindak sebagai asisten cerdas yang memahami konteks, mengantisipasi kebutuhan, dan menjalankan tugas lintas aplikasi. Fitur seperti Circle to Search, kini diperkuat dengan AI Mode, memungkinkan pengguna mencari informasi langsung dari layar dengan gestur sederhana.
Kolaborasi dengan Google membawa Gemini 2.5 Pro dan Veo 3, menawarkan kemampuan AI multimodal yang mengintegrasikan teks, gambar, dan suara. Pengguna Fold7 dan Flip7 juga mendapatkan akses gratis enam bulan ke Google AI Pro.
Privasi tetap jadi prioritas. Samsung Knox Vault dan sistem KEEP menciptakan lingkungan terenkripsi untuk data sensitif, memastikan keamanan saat AI mempelajari preferensi pengguna. Fitur seperti Now Brief memberikan rekomendasi personal, dari playlist Spotify hingga pengingat perjalanan, langsung di layar smartphone.
Samsung tak hanya berfokus pada smartphone pada Unpacked 2025 ini. Galaxy Watch8 series menghadirkan desain cushion yang elegan, prosesor 3nm, dan BioActive Sensor untuk pelacakan kesehatan yang akurat. Fitur Running Coach menawarkan program latihan berbasis data, sementara pengukuran Vascular Load dan kadar antioksidan kulit memperkaya wawasan kesehatan.
Galaxy Watch8 Classic dan Watch Ultra, dengan bodi titanium dan ketahanan air 10ATM, melengkapi lini ini. Samsung juga mengakuisisi Xealth, platform kesehatan digital, untuk memperkuat layanan Care at Home, menghubungkan data kesehatan pengguna dengan tenaga medis.
Tak ketinggalan, Samsung menegaskan komitmen pada keberlanjutan melalui inisiatif Galaxy for the Planet. Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 menggunakan sembilan bahan daur ulang, termasuk plastik dari jaring ikan bekas. Langkah ini menunjukkan upaya Samsung menciptakan dampak positif lewat teknologi.
Preorder untuk Galaxy Z Fold7 (mulai $1,999), Z Flip7 ($1,099), dan Watch8 series ($349-$649) dimulai hari ini, dengan peluncuran resmi pada 25 Juli. Pilihan warna seperti Blue Shadow, Jetblack, dan eksklusif Mint di Samsung.com menambah daya tarik. Semua perangkat ini kabarnya akan hadir di Indonesia dalam waktu dekat.